Renungan Berjalan bersama Tuhan

Nama Tuhan Menara yang Kuat

Nama Tuhan Menara yang Kuat

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat” (Amsal 18:10)

Setiap kali kita berdoa, pasti kita mengakhirinya dengan pernyataan iman, “Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.” Atau kita pernah mengikuti pelayanan pengusiran setan. Orang itu berteriak-teriak menghujat Tuhan, memakai-maki, mengatasi-ngatai dengan kata-kata yang kotor, suara yang berubah-ubah, mempunyai kekuatan yang adikodrati, dan sebagainya. Kemudian, diadakan Persekutuan Doa, pembacaan firman Tuhan, dialog dengan orang yang dirasuk setan, dan pada akhirnya dilakukan pengusiran setan. Siapa pun yang mengusir setan, ia tidak bisa melakukannya dengan kekuatan sendiri karena setan itu lebih kuat daripada manusia. Setan adalah roh adanya. Maka dari itu, setan akan kalah hanya dengan satu jalan, yakni diusir dalam nama Tuhan Yesus. Setan itu harus dihardik, ditengking dengan kata-kata yang keras, berani, dan menantang, “Dalam nama Tuhan Yesus, aku mengusir engkau keluar dari orang ini.” Dengan doa yang sungguh-sungguh percaya, maka setan itu sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus. Kepala ular itu sudah diremukkan oleh Tuhan Yesus. Setan sudah tak lagi mempunyai kuasa apa pun di dalam dunia ini maupun di akhirat.

Amsal mengatakan bahwa nama Tuhan adalah menara yang kuat. Menara pasti dibangun dengan fondasi yang sangat dalam agar kuat. Menara itu harus menjulang tinggi sampai ke langit supaya semua orang yang berada di segala tempat dan arah dapat melihat menara itu. Menara juga didirikan untuk pedoman arah, menentukan saya berada di mana dan mau ke mana. Kalau kita melihat pelabuhan-pelabuhan, maka di sana pasti akan ditemukan menara yang tinggi dengan lampu yang menyala sangat terang. Mercusuar menjadi pedoman bagi kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *