Renungan Berjalan bersama Tuhan

Natal Seperti Drakula

Natal Seperti Drakula

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 26:26-29

Mungkin Anda terkejut ketika nats yang Anda baca berbicara tentang Perjamuan Kudus terakhir antara Tuhan Yesus bersama dengan para murid-Nya. Bukankah ini hari Natal, bukan Paska? Namun, saya mengajak Anda bergumul dengan perkataan Tuhan Yesus, “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Matius 26:28). Namun, mungkin Anda tidak akan terkejut jika sudah merenungkan renungan yang kemarin yang berbicara bahwa Natal erat kaitannya dengan kayu salib. Tuhan Yesus mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tercurah di atas kayu salib itu adalah darah perjanjian dengan Allah pada saat manusia jatuh ke dalam dosa. Sekarang darah itu nyata, dicurahkan untuk tebusan banyak orang! Itulah Natal yang sesungguhnya.

Lalu, apa hubungannya dengan drakula? Kita semua tahu cerita Drakula. Drakula bisa hidup dengan cara meminum darah manusia. Ia menggigit dan mengisap darah manusia sampai habis. Apa hubungannya dengan darah Tuhan Yesus yang tercurah di atas kayu salib? Dalam renungan ini, kita tidak akan menggumulkan bahwa darah Tuhan Yesus diisap drakula. Akan tetapi, drakula di sini mau menghisap anggaran Natal yang luar biasa banyaknya. Drakula itu datang menghadap kepada gereja, majelis jemaat, dan panitia Natal yang merancang Natal dengan anggaran yang sangat hebat, spektakuler, bahkan sampai ratusan juta rupiah. Semuanya itu dihisap oleh sang drakula dalam waktu satu minggu. Namun, kalau itu dilihat oleh Tuhan Yesus, pertanyaannya adalah “Yang senang dan bersukacita itu Tuhan Yesus ataukah si drakula?” Catatan Eka Darmaputera menjadi peringatan bagi kita,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *