Renungan Berjalan bersama Tuhan

Orang Benar akan Bertumbuh

Orang Benar Akan Bertumbuh

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda” (Amsal 11:28).

Pengalaman hidup Amsal luar biasa, maka tepat kalau ia menulis banyak pengalaman hidup yang memberikan hikmat. Amsal mengatakan, “Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh.” Peringatan ini bukan sekadar slogan, melainkan pengalaman nyata dari Amsal. Ia melihat sendiri bahwa orang yang memercayakan dirinya pada kekayaan akan jatuh. Yang dimaksud adalah mempertaruhkan semua masa depan pada kekayaannya. Kekayaannya menjadi sarana yang dipercayai sepenuhnya akan memberikan perlindungan, sehingga orang benar-benar memercayakan diri sepenuhnya pada kekayaannya.

Menurut Amsal, orang yang demikian akan jatuh! Artinya orang itu tidak akan menikmati sukacita dan damai sejahtera. Mengapa? Karena saat kekayaannya goyang, ia akan stres berat! Atau jika dalam pekerjaan mengalami kerugian sedikit saja, ia menjadi bingung luar biasa. Apalagi kalau ditipu orang lain, ia akan sangat marah, jengkel, dendam, dan berusaha dengan segala cara “menghabisi” orang tersebut agar kekayaannya kembali. Mengapa ia melakukan itu? Karena ia memercayakan seluruh hidupnya pada kekayaannya. Padahal, kekayaan yang dipercayai dapat hilang dalam sekejap, pekerjaan hilang karena terjadi kebakaran, uang raib dalam beberapa menit karena kalah bermain valas, deposito yang dibanggakan sebagai penjamin hidup habis total karena bank bangkrut, dan sebagainya. Apalagi kalau mengalami berbagai sakit-penyakit, ia akan semakin memikul beban berat. Di satu sisi, ia butuh biaya pengobatan, tetapi di sisi lain ia menyayangkan biaya pengobatan yang sangat besar. Berkurangnya kekayaannya yang sangat besar membuat ia semakin merasa tidak aman.

Amsal mengingatkan orang benar akan tumbuh seperti daun muda. Ia akan terus bertunas dan bertumbuh semakin besar. Ia menjadi orang yang bisa bekerja dengan tenang, menikmati berkat Tuhan dan memakainya dengan penuh sukacita. Ia bisa mempertaruhkan seluruh hidupnya bukan pada kekayaan yang bisa lenyap, melainkan kepada Tuhan yang adalah sumber berkat. Orang yang memercayakan dirinya kepada Tuhan, bahwa hidupnya menjadi milik Tuhan, ia tidak akan khawatir terhadap masa depannya, termasuk seluruh kekayaan yang dimilikinya. Bukan itu saja, ia sanggup mengelola seluruh kekayaannya bagi kemuliaan Tuhan dan menjadi saluran berkat Tuhan. Orang benar dimulai dari mempertaruhkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan bukan pada kekayaannya. Amin.

 

Pokok Doa:

  • Tuhan, tolonglah aku supaya benar-benar memercayakan hidupku kepada Tuhan. Seluruh hidupku, bahkan semua kekayaanku, adalah milik Tuhan. Aku hanyalah seorang hamba yang Tuhan jadikan penatalayan harta kekayaan Tuhan. Berikan hikmat dalam mengelola kekayaanku demi kemuliaan Tuhan dan pekerjaan Tuhan.
  • Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja-Mu agar dapat terus memperlengkapi anggota jemaat yang bekerja. Semoga mereka tidak bergantung dan menyerahkan hidup mereka pada kekayaan. Jauhkan kami dari pemahaman palsu bahwa kekayaan bisa menjamin, memberikan keamanan, atau menyejahterakan hidup kami. Biarlah gereja terus menyatakan kebenaran-Nya agar jemaat Tuhan terus mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *