Renungan Berjalan bersama Tuhan

Orang Benar Banyak Harta

Orang Benar Banyak Harta

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Di rumah orang benar ada banyak harta benda, tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan” (Amsal 15:6)

Apa yang kita saksikan ketika ada seorang pendeta memberikan berkat dalam suatu ibadah? Semua anggota jemaat membuka kedua tangannya kepada Allah karena Allah akan mencurahkan berkat-Nya. Pasti semua anggota jemaat merindukan berkat-Nya, bukan? Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak menginginkan berkat Tuhan. Jika demikian, sebenarnya dalam keadaan apakah kita membutuhkan berkat Tuhan? Pertama, jelas kalau kita dalam keadaan kekurangan atau pas-pasan. Pasti setiap hari kita berdoa, “Tuhan, berkatilah aku hari ini,” tentunya ini berkaitan dalam hal pekerjaan. Kedua, dalam kondisi yang berkelimpahan. Ternyata orang yang sudah berkelimpahan juga tetap membutuhkan berkat Tuhan. Doanya juga tidak berbeda dengan mereka yang tidak mampu atau yang pas-pasan. “Tuhan berkatilah aku, pekerjaanku, dan juga keuntungan dalam bekerja.” Itu kalau berkat Tuhan diartikan sebagai harta benda atau kekayaan. Hal lain, berkat Tuhan dapat diartikan sebagai damai sejahtera, sukacita, kesehatan, kesembuhan, dan sebagainya. Dengan arti yang seluas itu, semua orang pasti merindukan berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang dimaksud kitab Amsal 15:6 di sini? Orang benar, yaitu orang yang hidupnya berada di jalan Tuhan, orang yang takut akan Tuhan dalam cara kerja dan etika kerjanya, orang yang tidak dengan begitu mudahnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Berkat Tuhan itu diperoleh dengan cara yang sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan dengan caranya sendiri dan tidak memedulikan orang lain. Orang yang bekerja adalah orang yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengambil berkat-berkat yang telah disediakan-Nya. Bekerja merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita kepada Tuhan; ketika kita masih diberi hidup, kita harus bekerja! Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk bekerja, menggarap dunia ini dengan penuh tanggung jawab. Maka dari itu, orang yang bekerja dengan takut akan Tuhan akan menikmati semua harta benda yang didapatnya, bahkan harta itu akan terus bertambah.

Sebaliknya, penghasilan orang fasik akan rusak! Orang fasik adalah orang yang tidak taat kepada Tuhan, orang yang menolak Tuhan dalam hidupnya. Orang yang demikian, tidak akan menikmati seluruh jerih lelahnya. Apa yang didapatnya tidak akan memberikan damai sejahtera, tetapi sebaliknya merusak diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Mengapa harta orang fasik tidak bisa bertambah? Karena mereka tidak mampu memelihara harta kekayaannya. Kalau ia mendapatkan harta dengan cara yang tidak benar, maka penggunaan harta ini pun akan cepat habis, bahkan bisa merusak, yakni merusak kehidupannya. Harta yang seharusnya indah dan membawa damai sejahtera justru dapat mendatangkan malapetaka karena digunakan untuk hal-hal yang tidak benar. Marilah kita melakukan pekerjaan kita dengan takut akan Tuhan dan memelihara harta kekayaan itu dengan baik. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *