Khotbah Perjanjian Baru

Orang Terbesar yang Pernah Hidup

Orang Terbesar yang Pernah Hidup (Matius 11:1-11)

oleh: Jenny Wongka†

 

Bakal jadi apakah anak ini?” Pertanyaan ini pernah dilontarkan orang di negeri pegunungan Yudea ketika seorang anak laki-laki lahir, yang di kemudian hari dikenal dengan nama Yohanes Pembaptis. Mungkin kita akan menanggapi pertanyaan ini biasa-biasa saja, namun bagi mereka, ini adalah pertanyaan yang sangat serius sebab kelahirannya tergolong ajaib. Allah telah memperlihatkan keajaiban biologi saat membawa anak ini ke dalam dunia. Ada keajaiban dan kemisteriusan dalam peristiwa kelahiran anak ini sebab kita menyaksikan apa yang disabdakan Alkitab:

Malaikat Tuhan menampakkan diri pada ayah anak ini, Zakharia, di dalam Bait Allah, dan menubuatkan kelahiran putranya. Zakharia menjadi bingung dan tidak mampu berbicara karena ketidakpercayaannya atas perkataan malaikat Tuhan itu. Ia baru mampu berbicara kembali tatkala putranya, Yohanes Pembaptis, lahir.

Sesungguhnya, Yohanes Pembaptis adalah seorang yang luar biasa. Oleh sebab kesetiaannya kepada Allah, akhirnya ia harus dipenjarakan sampai akhir hayatnya.

Mari kita belajar bersama dari seorang tokoh yang lain daripada yang lain ini.

 

 I. Yohanes Sang Pemberita (John the Preacher)

Sir William Robertson Nicoll pernah mengisahkan kunjungannya ke gereja-gereja di Inggris Selatan setelah ia sembuh dari penyakitnya. Pelayanan-pelayanan mimbar dari tiap gereja yang dihadirinya dalam kunjungan kali itu sangat baik dan menyenangkan. Tiap pengkhotbah memiliki latar belakang pendidikan yang baik dan fasih dalam berkata-kata. Khotbah-khotbah disampaikan dengan persiapan yang mantap serta metode penyampaian yang sangat menarik pula. Namun, Sir Nicoll ini kemudian memberikan penilaian pribadinya, yakni tidak ada satu pun dari antara pengkhotbah itu berhasil mempertobatkan satu orang pun sekalipun!

Penilaian serupa ini tidak akan pernah ditujukan kepada Yohanes Pembaptis. Ia menyampaikan berita Allah kepada hati manusia. Perkataannya menusuk sanubari setiap pendengarnya. Kita lihat apa yang terjadi tatkala Yohanes Pembaptis berkhotbah: Orang banyak meninggalkan dosa-dosa mereka; mereka segera berpaling pada kebenaran; mereka mencari Sang Juruselamat. Apakah sesungguhnya jenis berita yang disampaikan Yohanes Pembaptis itu?

a. Suatu Berita yang Berani

Dalam Matius 3:7 kita baca:

“Tetapi waktu ia [Yohanes Pembaptis] melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: ‘Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?’”

Kemudian Yohanes Pembaptis menghancurkan tiang penyanggah harapan orang Yahudi—suatu pengharapan bahwa mereka sebagai keturunan Abraham terjamin untuk mewarisi keselamatan dari Tuhan.

Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!” (Matius 3:9).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *