Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pakaian yang Indah

Pakaian yang Indah

oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yesaya 52:1-12

Semua orang, baik pria maupun wanita, pasti menginginkan pakaian yang indah karena pakaian yang indah itu memberikan penampilan yang rapi, teratur, dan bersih. Pakaian yang indah tidak harus mewah dan mahal karena keindahan, keserasian, dan kebersihan dapat ditampilkan dalam kesederhanaan. Yang jelas, semua orang mau mengenakan pakaian yang indah. Bahkan pakaian juga bisa dinilai lewat peran seseorang dalam bersosialisasi sehingga muncul sebutan seperti pakaian jabatan, pakaian dinas harian, pakaian resmi, atau pakaian pesta. 

Tuhan berfirman kepada bangsa Israel untuk memakai pakaian mereka. Melalui Yesaya, Tuhan berkata, “Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorang pun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu” (Yesaya 52:1). Tuhan mengingatkan Israel untuk bertobat dan kembali mengenakan pakaian kehormatan. Ternyata dalam kehidupan ini bukan cuma ada pakaian yang kita kenakan sebagai pakaian jabatan, pakaian resmi, pakaian dinas harian, pakaian pesta, atau pakaian rumah, dan pakaian tidur. Tuhan mengingatkan bangsa Israel bahwa masih ada satu lagi pakaian yang sering dilupakan dalam kehidupan umat-Nya, yakni “pakaian kehormatan”. Pakaian ini tidak kelihatan secara jasmaniah, tidak kasatmata. Pakaian ini ada di dalam setiap hati anak-anak Tuhan. Pakaian yang ada di dalam hati inilah yang akan menuntun seluruh gerak gerik kehidupan, semua tingkah laku dan perilaku kehidupan, yang melaluinya akan tercipta relasi yang baik dan harmonis dengan Tuhan dan sesama.

Apakah pakaian kehormatan itu? Allah mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka adalah umat Allah. Allah yang bagaimana? Allah yang kudus. Allah yang telah menebus umat kesayangan-Nya menjadi milik-Nya yang kudus! Oleh karena itu, selayaknyalah Allah menuntut umat-Nya hidup dalam kekudusan. Mereka seharusnya tidak hidup sama seperti orang-orang dunia yang sudah tidak menghiraukan lagi keputusan etis, yang penting asal diri sendiri senang, puas dan menguntungkan diri. Segala cara bisa diambil asal mendatangkan keuntungan. Juga tidak seharusnya mereka memiliki kehidupan moral yang sama dengan dunia. Ketika orang dunia mau berzina, berjudi, melakukan kekerasan, menipu, dan terbiasa bersikap tidak jujur, bahkan terbiasa menyembah berhala, maka umat Tuhan tidak patut melakukan hal yang sama. Semua perilaku tersebut jelas bukan pakaian kehormatan, melainkan pakaian najis. Pakaian najis adalah pakaian kekejian bagi Allah. Yesaya mengingatkan Israel dengan tegas bahwa mereka yang najis tidak akan masuk ke kota Sion, Yerusalem, kota Allah. Satu-satunya jalan agar dapat masuk ke sana adalah dengan datang kepada Allah, bertobat, dan membuang pakaian kenajisan lalu mengenakan pakaian kehormatan. Pakaian yang diberikan Allah dengan cuma-cuma, yang hanya dapat diperoleh dengan hati yang hancur dan mempersilakan Allah masuk ke dalam hati dan kehidupan mereka. Tatkala orang mencari pakaian kehormatan, maka Allah akan memberikan pakaian itu kepadanya. Pakaian kehormatan diberikan kepada kita untuk hidup dalam kebenaran. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *