Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pakaian yang Salah

Pakaian yang Salah

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 7:15-23

Pada tahun 1997, The Apostle merupakan sebuah film yang sangat berpengaruh bagi kekristenan karena mengungkapkan kisah nyata kehidupan Pendeta Eulis Sonny Dewey. Kisahnya bermula ketika ia pergi dengan ibunya melewati jalan tol. Dalam perjalanan tersebut, terjadi tabrakan beruntun, dan Pdt. Sonny melihat seorang pemuda yang sekarat. Dalam waktu singkat, ia mengabarkan Injil kepada pemuda itu, yang akhirnya percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya sebelum meninggal dunia. Dari pengalaman itu, Pdt. Sonny merasakan panggilan Tuhan untuk melayani penuh waktu. Dengan semangat besar ia mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Namun sementara itu, istrinya yang cantik meminta cerai. Mengapa? Karena ternyata Pdt. Sonny sering melakukan perzinaan. Banyak wanita lain yang menjadi simpanannya, bahkan tidak tanggung-tanggung, jika ada suami atau pria lain yang cemburu, Pdt. Sonny dapat memukul dan membunuhnya sekalipun hal itu membuatnya berisiko masuk penjara. Dalam penjara, ia juga mengadakan KKR sehingga banyak narapidana bertobat. Setelah keluar dari penjara, ia pergi ke kota lain untuk membersihkan identitasnya yang buruk. Ia pergi ke kota kecil di Louisiana. Di sana ia berdoa dan berpuasa untuk mencari kehendak Tuhan. Setelah ia merasa bertemu dengan Allah yang mengubah hidupnya, ia mengganti namanya menjadi “The Apostle E.F.” (E.F. = sang Rasul). Ia bekerja keras, tidak mengenal lelah, apalagi setelah dibaptis kembali oleh seorang pendeta Afro-Amerika yang sangat dihormatinya. Dalam waktu yang sangat singkat, Gereja yang dipimpinnya berkembang pesat. Ia juga mengembangkan pelayanan radio dan menyediakan bus-bus untuk menjemput anggota jemaat. Banyak orang yang percaya kepada Kristus. Ia memberi makan kepada orang-orang yang lapar dan banyak orang senang dengan semangat khotbahnya. Namun dalam keberhasilan pelayanannya, ia kembali bertemu dengan Tooise, seorang wanita yang bekerja di stasiun radio. Mulai saat itu ia melakukan skandalnya secara diam-diam. Ketika ada orang yang membongkarnya, orang itu dihajarnya mati-matian sehingga ia kembali berurusan dengan polisi. Dari urusan polisi itulah terungkap bahwa ia penipu besar. Ternyata ia memiliki kepribadian yang kompleks: di satu pihak bisa menjadi orang yang sangat baik, tetapi di pihak lain bisa menjadi seorang penipu yang sangat kejam. Ia sengaja memakai pakaian pendeta untuk menutupi segala kebobrokan hidupnya.

Tuhan Yesus berpesan,  “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba” (Matius 7:15—penekanan kata bercetak miring ditambahkan oleh penulis). Peringatan keras yang diberikan Tuhan Yesus ini menggambarkan nabi-nabi palsu yang menyamar sebagai orang baik-baik dan menggunakan bahasa kasih agar diterima oleh masyarakat, padahal sebenarnya adalah orang-orang yang jahat. Waspadalah terhadap penipu-penipu rohani ini. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *