Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pasanglah Telingamu!

Pasanglah Telingamu!

Amsal 22:17-19

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku. Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu, bila semuanya itu tersedia pada bibirmu. Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada Tuhan, aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu” (Amsal 22:17-19). Apabila kita memperhatikan keseluruhan isi kitab Amsal, kita bisa menemukan sangat banyak petunjuk praktis tentang kebutuhan dan kenyataan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Amsal yang disebut sebagai amsal bijak ini penuh dengan hikmat Tuhan karena kebenaran Tuhan dinyatakan melaluinya. Ketika Amsal menganjurkan untuk memasang telinga dan mendengar, itu berarti kita diminta untuk tidak sekadar pasang telinga, tetapi juga sungguh-sungguh menyimak dan memahami sehingga makna atau arti dari perkataan yang didengar dapat dilaksanakan dengan baik.

Pendengar yang baik sanggup menangkap pengetahuan tentang kebenaran dan hikmat Tuhan. Setelah ia menangkap, artinya memproses pengetahuan itu dengan baik di dalam pikirannya, barulah ia memasukkannya ke dalam hati. Apa yang ditangkap oleh pikiran, tidak berhenti di dalam ingatan saja, tetapi akan dikirim ke dalam hati. Hati itulah yang nantinya akan menimbang untuk mewujudkannya ke dalam tindakan atau tidak. Hati mempunyai kekuatan bahkan berkuasa dalam diri kita untuk menerima atau menolak sesuatu. Kebenaran hikmat Tuhan yang disimpan di dalam hati akan terus memengaruhi seluruh kehidupan kita. Oleh karena itu, orang yang menyimpan pengetahuan kebenaran di dalam hatinya akan menjadi orang yang mampu memancarkan kebenaran itu dalam realitas hidupnya. Bukan hanya itu, bibirnya pun mampu menyuarakan kebenaran hikmat itu. Dengan demikian, perkataan yang keluar dari mulutnya menjadi berkat bagi banyak orang.

Amsal menambahkan bahwa orang yang terus mendengarkan hikmat akan menjadi orang yang semakin menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Ia bisa menjadi orang yang benar-benar pasrah kepada Tuhan. Berbeda dengan orang yang tidak mengenal kebenaran Tuhan dengan baik. Kepasrahan itu membutuhkan pengenalan yang baik akan Allah. Marilah kita terus membaca Amsal. Hikmat Tuhan sudah nyata di dalam firman-Nya untuk kita lakukan dalam hidup kita. Hanya orang yang pasrah kepada Tuhan, yang mendapat berkat Tuhan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, terima kasih untuk anugerah-Mu yang luar biasa karena melalui anugerah-Mu aku menjadi orang percaya. Kini aku bisa pasrah, mengenal kebenaran yang nyata dalam hidupku sehari-hari. Hikmat-Mu memberikan jalan keluar ketika aku merasa takut dan khawatir, saat kegelisahan menguasai diriku. Tatkala aku sulit berdamai dengan orang lain dan masih ada rasa sakit hati, maka hikmat-Mu menolongku.
  2. Tuhan, terima kasih atas tuntunan-Mu bagi kami, gereja-Mu, untuk senantiasa dapat memberikan contoh yang baik. Tuntunlah kami untuk berani menyatakan kebenaran, keadilan, kebaikan, kekudusan, dan kasih yang nyata. Tuhan, tolonglah anak-anak-Mu yang duduk dalam anggota Dewan Perwakilan Rakyat supaya mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab dan penuh hikmat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *