Renungan

Patung Kuda

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

(Amsal 21:31)

Pernahkah Anda memperhatikan patung Pangeran Diponegoro yang tengah menunggang kuda? Jika pernah, coba Anda ingat, pada patung kuda tersebut kaki depannya yang terangkat ke udara satu atau dua kaki?

Konon jika ada patung pahlawan dalam posisi mengendarai kuda dan kedua kaki depan kuda itu terangkat ke atas alias tidak menapak, maka itu menunjukkan pahlawan tersebut gugur dalam sebuah peperangan. Sementara kalau hanya satu kaki depan yang terangkat ke atas, maka pahlawan tersebut gugur akibat luka dari sebuah peperangan.

Sejak zaman dahulu kuda identik dengan keperkasaan. Tidak ada peperangan yang tidak melibatkan kuda. Menunggangi kuda memasuki medan pepeperangan adalah jaminan kemenangan. Namun, Amsal hari ini menegaskan hal yang berbeda, “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN” (Amsal 21:31).

Amsal ini mengajarkan bahwa manusia bisa saja memperlengkapi diri dengan segala hal untuk meraih kemenangan dalam peperangan. Namun, jika Tuhan tidak berkehendak, maka tidak ada satu pun kemenangan yang akan terjadi.  Ada faktor kehendak Tuhan yang ingin ditegaskan oleh penulis Amsal di bagian ini. Kemenangan atau keberhasilan hidup ternyata bergantung pada dua hal: persiapan manusia dan kehendak Tuhan.

Jangan hanya sibuk menyusun rencana, tetapi sibuklah juga berdoa agar kemenangan terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *