Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pemimpin Besar

Pemimpin Besar

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 20:20-28

Dalam sebuah Konvensi Nasional “Religious Broadcasters” di Washington, D.C., salah satu pembicara utamanya adalah Kol. James B. Irwin, bekas astronaut yang berhasil menjelajahi bulan. Ia bercerita bahwa ketika ia hendak berangkat, ia merasakan ketakutan yang selama ini belum pernah dirasakannya! Ia berpikir apakah nanti ia masih bisa kembali ke bumi dengan selamat atau tidak! Namun di sisi lain, jika ia berhasil dengan selamat kembali ke bumi, ia akan menjadi superstar yang dikenal di seluruh dunia. Namanya akan termasyhur dan ia akan menjadi “orang besar”. Namun, apa yang dikatakannya dalam pembukaan seminarnya? Dengan segala kerendahan hati ia berkata, “Ketika saya datang kembali ke bumi ini, saya sepenuhnya menyadari bahwa saya adalah seorang pelayan, seorang hamba—bukan orang yang termasyhur dan saya pun tidak layak untuk dikenang. Oleh karena itu, sekarang saya hadir di sini sebagai pelayan Allah di atas bumi untuk membagikan apa yang sudah saya alami agar dengan demikian orang lain dapat mengetahui kemuliaan Allah.”

Kalimat yang mendapatkan sambutan meriah itu membuat orang banyak semakin menyadari siapa diri mereka. Pengalaman Irwin mengajarkan kepada kita bahwa seseorang bisa sukses dalam hidupnya, entah di dalam keluarga, pekerjaan, studi, atau pelayanan, hanya karena Tuhan memberinya kesempatan untuk menikmati berkat-berkat-Nya. Hal itu bukan karena kepandaian atau kekuatannya. Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang dapat membanggakan dirinya. Sesungguhnya, mereka hanya bisa menceritakan kemuliaan dan kebesaran Allah.

Dengan status dan kedudukan apa pun, seorang pelayan Tuhan tetaplah seorang hamba! Ia harus memiliki kerendahan hati, yakni kesadaran diri bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini hanya karena anugerah Allah yang memberinya kesempatan untuk berkarya dengan bebas. Kita diberi kemampuan untuk mengembangkan diri, baik dalam belajar, usaha kerja, pelayanan, dan keluarga. Demikian juga dalam kemampuan berpikir, dengan segala ide-ide yang cemerlang. Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Matius 20:25-28). Konsep yang Tuhan Yesus ajarkan adalah ketika kita menjadi besar, kita harus tetap ingat untuk bersikap rendah hati dan melayani. Kebesaran seorang pemimpin Kristen bukan untuk menunjukkan kekuasaan, kekuatan, kemampuan, dan otoritas. Kebesarannya justru terletak pada pelayanan yang menghambakan diri, yang melakukan pekerjaan bukan saja untuk manusia, tetapi terutama untuk Tuhan dengan penuh tanggung jawab. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, tuntunlah kami supaya ketika kami menjadi pemimpin, kami tetap memiliki hati seorang hamba yang melayani dengan segenap hati sehingga menjadi saluran berkat Tuhan.
  2. Tuhan, peliharalah panggilan kami untuk tetap setia melayani-Mu, baik dalam pelayanan gerejawi, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *