Renungan Berjalan bersama Tuhan

Pemimpin yang Berprestasi

Pemimpin yang Berprestasi

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

2 Timotius 2:1-13

Suatu hari saya menunggu mobil yang sedang diservis rutin di bengkel yang cukup besar. Bengkel itu bonafide karena ruang tunggunya ber-AC, ada TV 29 inci dengan sound dolby system yang membuat suara lebih indah, kopi merek terkenal yang tersedia gratis untuk diminum sepuasnya, juga makanan-makanan kecil di kantin yang dapat dinikmati pelanggan dengan menukarkan voucher yang diterimanya ketika memasukkan mobil di bengkel tersebut. Cukup nyaman untuk melewatkan waktu tunggu itu. Ada free wifi sehingga dapat mengakses internet sepuasnya. Dari balik ruang kaca itu, saya dapat melihat para teknisi sedang bekerja di bengkel dengan alat-alat yang serba modern. Dan yang menarik, di tempat kerja tersebut terpampang spanduk dengan tulisan besar: “Ingat! Tiada Hari Tanpa Prestasi”. Ternyata pernyataan itu menjadi moto bagi para pekerja di sana. Moto itu dijadikan target atau sasaran setiap hari untuk bekerja dengan prestasi yang memuaskan. Moto itu bukan untuk kepentingan konsumen agar mereka merasa puas, dan kemudian menjadi langganan, melainkan bertujuan untuk memacu para teknisi guna bekerja dengan profesional.

Meski alat-alat yang tersedia sudah canggih dan serba modern, jika para teknisi tidak mengasah keterampilan mereka untuk menggunakannya semaksimal mungkin, tentu semuanya ituakan sia-sia belaka. Sekarang persoalannya adalah apakah mereka menyambut moto tersebut dengan penuh sukacita dan memacu diri untuk terus belajar atau tidak. Jika mereka mau maju, mereka pasti menyambut moto itu dengan antusias dan dedikasi yang baik karena dengan pelajaran dan pengalaman setiap hari, pengetahuan mereka pun akan semakin lengkap. Dan ketika mereka terus berprestasi, mereka juga akan menikmati hasil jerih lelah tersebut.

 

Paulus mengingatkan Timotius, anak kesayangannya, agar menanggapi panggilan Tuhan dengan bekerja dalam pelayanan dengan sepenuh hati dan kerja keras. Ia mencontohkan kehidupan dan kinerja seorang petani. Ketika petani itu bekerja keras (berprestasi), maka ia akan menikmati hasil jerih lelahnya. “Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya” (2 Timotius 2:6). Bukankah anak-anak Tuhan, baik dalam bekerja ataupun dalam pelayanan, juga dituntut untuk berprestasi? Kalau dunia sekuler sangat menuntut prestasi, seharusnya kita pun giat berprestasi dalam melayani Tuhan, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan, yang sudah mengasihi kita dengan memberikan hidup-Nya. Oleh karena itu, lakukanlah segala sesuatu dengan sebaik-baiknya bagi-Nya. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, berilah aku semangat untuk tetap berjuang dan belajar dari hari ke hari. Ya Tuhan, berilah aku kemampuan untuk berprestasi dan memajukan pekerjaan dan pelayananku. Dan biarlah aku tetap rendah hati setiap kali aku berhasil meraih prestasi yang baik.
  2. Tuhan, biarlah di mana pun anak-anak-Mu bekerja, mereka menghasilkan mutu yang tinggi, mampu berprestasi, jujur, dan penuh tanggung jawab sehingga mereka tidak menjadi batu sandungan dalam pekerjaan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *