Khotbah Perjanjian Baru

Pencuri Damai Sejahtera

Pencuri Damai Sejahtera

Yohanes  20:19-31

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Pernahkah barang-barang berharga Anda hilang karena dicuri? Bagaimana perasaan Anda? Suatu hari saya ke bengkel mobil untuk melakukan perawatan rutin. Betapa terkejutnya saya ketika petugas yang memeriksa seluruh mobil dan kelengkapannya berkata, “Ban cadangannya kok tidak ada, ya pak? Apakah sengaja dilepas?” Saya menengok ke bawah, dan betapa terkejutnya saya menemukan ban cadangan Avanza itu telah lenyap. Petugas itu menghibur saya dengan mengatakan bahwa peristiwa itu sering terjadi, dan menunjukkan kepada saya cara mencopot ban cadangan dengan sangat mudah sehingga pencuri pun mudah melakukannya. Tentu saya tidak mau menunjukkan bagaimana caranya kepada Anda. Saya tidak ingin membawa Anda ke dalam pencobaan.

Setelah saya melakukan klaim asuransi dan mendapatkan ban yang baru. Apa yang pertama kali saya lakukan? Saya menjaga ban itu dengan lebih baik supaya tidak dicuri. Bagaimana caranya? Saya memasang pengamanan tambahan. Saya harus menjaga barang berharga itu dengan baik.

Kita berjuang menjaga keamanan harta benda kita semaksimal mungkin untuk menghindarkannya dari pencurian. Namun, apakah kita juga menjaga semaksimal mungkin damai sejahtera di hati? Damai sejahtera adalah salah satu hal yang penting di dalam hidup ini, yang sayangnya sering kali dicuri oleh dua hal di bawah ini.

 

Ketakutan adalah Pencuri Damai Sejahtera

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’” (Yohanes 20:19).

Kisah tentang para murid yang berkumpul dalam ruangan yang terkunci karena rasa takut ini terjadi setelah mereka melihat kubur Yesus yang kosong dan setelah Maria Magdalena berseru bahwa ia telah melihat Tuhan yang bangkit. Apakah rasa takut itu membuat mereka merasa lebih baik? Tidak, ketakutan akan selalu mencuri damai sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *