Renungan

Pendidikan yang Efektif

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

(Amsal 29:17)

–Pdt. Wahyu ‘Wepe’ Pramudya–

Seorang rekan merasa kesal dengan pohon jambunya. Ia telah merawat pohon jambu itu dengan saksama. Daunnya memang rimbun, tetapi tidak ada buahnya. Ia merasa upaya perawatannya selama ini tidak membawa hasil.

Rekan yang lain ada yang merasa kecewa dengan anjing peliharaannya. Ia telah merawat dan bahkan mengundang orang untuk melatih anjingnya. Sayangnya, setelah hampir setahun, anjing itu sama sekali masih tidak mampu mengenal apalagi melakukan instruksinya. Ia kecewa karena kerja kerasnya tidak membuahkan hasil.

Pohon yang baik dinilai dari buahnya; anjing yang baik dinilai dari ketaatannya terhadap instruksi. Nah, apa ukuran untuk menilai seorang anak? Bagaimana orangtua tahu bahwa pendidikan yang telah diberikannya selama ini telah berada pada jalur yang seharusnya?

“Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu” (Amsal 29:17).

Amsal ini memberikan dua ukuran anak yang baik. Anak yang baik memberikan ketenteraman dan mendatangkan sukacita bagi orangtuanya. Sebagai anak, kita dapat bertanya kepada diri sendiri: apakah ketenteraman dan sukacita yang selama ini kita bawa bagi orangtua kita?

Orangtua juga dapat mengukur efektivitas pendidikan anaknya, setidaknya dari dua ukuran ini: apakah selama ini anak lebih banyak memberikan ketenteraman atau kegelisahan? Sebagai orangtua, kita dapat bertanya kepada diri sendiri: apakah selama ini anak kita mendatangkan sukacita dan memberikan ketenteraman?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *