Renungan Berjalan bersama Tuhan

Perbuatan lebih Mulia daripada Persembahan

Perbuatan lebih Mulia daripada Persembahanre

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan Tuhan daripada korban” (Amsal 21:3).

Mana yang lebih dulu, kebenaran atau keadilan? Orang yang berada dalam kebenaran pasti berlaku adil, atau sebaliknya, orang yang menegakkan keadilan pasti berada dalam kebenaran? Mungkinkah bagi seseorang melakukan keadilan, tetapi ia belum tentu benar? Bisa saja itu terjadi jika keputusan keadilan tidak ada dalam kebenaran. Yang ia lakukan memang adil, tetapi belum tentu benar! Namun, jika seseorang melakukan kebenaran, maka salah satu aplikasi dari kebenaran itu adalah keadilan. Keadilan menjadi wujud pernyataan yang sesungguhnya atas kebenaran. Namun, ayat ini tidak mempertentangkan antara kebenaran dan keadilan, mana yang lebih dulu di antara keduanya. Bukan itu!

Amsal ingin menekankan bahwa Tuhan lebih berkenan kepada orang yang melakukan kebenaran dan keadilan daripada orang yang hanya memberikan persembahan korban. Persembahan korban dilakukan ketika seseorang memasuki area ibadah. Umat-Nya datang kepada Tuhan dalam ibadah dan salah satu bentuk pengakuan dosa mereka diwujudkan melalui persembahan korban. Mereka menyembelih dan mempersembahkan binatang untuk menghapus segala dosa dan kesalahan mereka. Binatang korban itu menjadi simbol kematian atas berbagai dosa mereka.

Makna persembahan korban sebenarnya sangat dalam. Hanya melalui korban, relasi manusia dengan Allah dipulihkan kembali. Segala dosa manusia telah dihapuskan melalui korban itu sehingga di hadapan Allah, umat-Nya itu sudah bukan lagi orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang sudah dikhususkan Allah. Jadi, makna persembahan korban itu sangat penting dalam persekutuan antara Allah dan umat-Nya dalam ibadah. Akan tetapi, apa yang dikatakan Amsal? Bagi Amsal, persembahan korban ternyata bisa menjadi tidak penting dan tidak ada gunanya dan semuanya itu dilakukan dengan sia-sia! Mengapa? Amsal menyatakan dengan jelas bahwa lebih baik melakukan kebenaran dan keadilan daripada mempersembahkan korban bakaran. Apa maksud Amsal? Amsal tidak memisahkan, bahkan tidak dapat dipisahkan, antara memberikan persembahan korban dan melakukan kebenaran dan keadilan!

Yang terjadi di tengah-tengah kehidupan umat-Nya adalah mereka bisa saja memberikan persembahan korban dengan baik, beribadah dengan khusyuk, tetapi perbuatan mereka ada dalam kejahatan. Kebenaran tidak dilakukan dan keadilan diinjak-injak! Di sini kita diingatkan bahwa ibadah itu tidak pernah bisa terlepas dari perilaku kehidupan sehari-hari. Apakah kita tetap setia melakukan kebenaran dan keadilan dalam kesaksian hidup yang nyata? Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *