Renungan Berjalan bersama Tuhan

Perbuatan untuk Tuhan

Perbuatan untuk Tuhan

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kolose 3:23-25

Tidak ada motivasi yang kuat, teguh, memberi arahan dan tuntunan ke jalan yang benar, dan terus memberi semangat juang yang gigih seperti motivasi yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Kolose, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23). Paulus menempatkan dirinya sebagai orang yang benar-benar sudah dibeli oleh Kristus dengan harga yang mahal dan sudah lunas dibayar dengan darah Kristus. Oleh karena itu, ia dapat mengatakan bahwa hidupnya kini tak lagi untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Kristus yang tinggal di dalam dirinya. Dalam nasihatnya, ia mengatakan bahwa apa pun yang kita lakukan harus kita lakukan dengan segenap hati dan bukan untuk orang lain atau untuk diri sendiri, melainkan untuk Tuhan. Itulah konsep dasar Paulus di dalam melayani Tuhan, bahkan di dalam menjalani seluruh hidupnya. Ia menyadari bahwa hidup ini adalah dari Tuhan dan untuk Tuhan! Tanggung jawab hidup pada akhirnya bukan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan yang telah menebusnya. Demikian pula dengan kita. Apa pun yang kita lakukan dalam hidup ini harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Bagaimana cara kita menerapkan konsep tersebut secara praktis dalam kehidupan kita? Pertama, sadar diri. Ya, kita harus menyadari bahwa semua yang kita lakukan adalah untuk Tuhan. Hal itu dimulai dari pertama kali kita membuka mata pada pagi hari saat bangun tidur. Kita belajar untuk memulai hari yang baru itu bersama Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan waktu-waktu yang akan kita lalui. Dengan demikian, kita menyerahkan segala aktivitas kerja dan pelayanan kita kepada Tuhan. Kita berdoa memohon penyertaan-Nya sepanjang hari agar anugerah dan berkat Tuhan senantiasa melindungi kita. Kedua, melakukan semuanya untuk Tuhan. Kita menyadari bahwa tujuan-tujuan yang kita harapkan akan tercapai pada hari ini, semuanya kita lakukan untuk Tuhan. Sekalipun kita memenuhi kebutuhan keluarga atau pribadi kita, semua itu didasari untuk Tuhan dan baru kemudian untuk memenuhi segala hal yang kita harapkan atau inginkan. Tuhan menjadi tujuan utama dan pertama, baru kemudian kebutuhan kita. Jika demikian yang terjadi, maka apa pun yang kita lakukan akan menuruti “etika dan aturan Tuhan”. Hal ini akan menjadi kekuatan yang besar dalam hidup kita, khususnya pada saat menghadapi tantangan, pencobaan, bahkan godaan untuk jatuh dalam dosa. Jika kita menemukan hal-hal yang tidak benar, kita pasti tidak akan melakukannya karena tujuannya jelas, yakni untuk Tuhan. Tidak mungkin hal yang tidak benar dilakukan untuk Tuhan, bukan? Dan dengan dasar itu, kita akan melakukannya dengan segenap hati, bukan karena paksaan. Kita melakukannya dengan penuh kesadaran bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa Tuhan. Apa pun yang kita kerjakan tidak terlepas dari pengetahuan-Nya. Inilah yang menolong kita untuk tetap berjalan bersama-Nya. Berkat Tuhan akan terus melimpah dalam hidup kita tatkala apa pun yang kita lakukan adalah untuk Tuhan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *