Khotbah Perjanjian Baru

Perjumpaan di Tepi Sumur

Perjumpaan di Tepi Sumur

Yohanes 4:1-30

oleh: Jenny Wongka †

Tuhan Yesus selalu tertarik kepada individu. Menurut catatan Perjanjian Baru, Tuhan kita meluangkan waktu yang sama banyaknya untuk beberapa perbincangan pribadi dengan waktu yang dipakai dalam pelayanan bagi orang banyak. Salah satunya dapat dilihat dari peristiwa ketika Dia bersama-sama dengan para murid-Nya dalam perjalanan menuju ke Galilia. Perjalanan itu ditempuh melalui daerah Samaria, kira-kira pada tengah hari mereka tiba di perbatasan kota Sikhar, di mana terdapat sebuah sumur yang terkenal dengan nama sumur Yakub. Para murid masuk ke desa untuk membeli makanan. Yesus yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang, duduk sambil melepaskan lelah di tepi sumur itu. Pada saat itu, datanglah seorang wanita Samaria dengan membawa bejana untuk menimba air.

Wanita Samaria itu tahu bahwa Yesus adalah seorang Yahudi, dan ia tahu dengan jelas bahwa orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Tetapi Yesus tidak menjadikan dendam antarsuku bangsa itu sebagai penghalang untuk berkomunikasi dengan wanita ini. Dia melihat wanita ini sebagai seorang jiwa yang perlu menerima keselamatan. Yesus tidak menganggap bahwa dosa wanita ini di masa lalunya dan kehidupannya pada saat itu sebagai alasan bagi Dia untuk menolongnya, karena justru untuk itulah Dia datang ke dunia inim yaitu untuk menyatakan anugerah keselamatan dan kasih kepada orang-orang berdosa.

Yesus mencoba untuk berbincang-bincang dengan wanita itu, mengarahkannya pada kebenaran Allah, serta menuntunnya pada iman keselamatan melalui dalam diri-Nya sebagai Mesias. Kisah indah dari perjumpaan seorang pendosa dengan Tuhan, yang mengakibatkan perubahan di dalam hidupnya ini tercatat dalam Injil Yohanes yang akan diuraikan berikut ini.

Air yang tidak sanggup memuaskan kedahagaan

Untuk membuka percakapan dengan wanita Samaria ini, Yesus memintanya untuk memberinya air sumur untuk diminum. Tak lama kemudian Dia tiba pada perkataan, “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya” (Yohanes 4:13,14). Kebutuhan air minum bagi jasmani kita tidak akan pernah sanggup memuaskan dahaga kekal kita. Kita harus terus-menerus minum supaya tidak haus lagi. Itulah sebabnya air merupakan salah satu kebutuhan hidup utama manusia. Kita bahkan rela untuk mencarinya di tempat yang jauh dan sulit dijangkau. Memang kenikmatan dalam melepaskan dahaga seketika itu terpenuhi, tetapi tidak akan pernah memuaskan kerinduan jiwa orang yang meminumnya.

Pernah dalam sebuah masa dalam hidupnya, Raja Salomo menetapkan hati untuk mencari kesenangan yang ia harapkan dapat ditemukan di dalam dunia ini. Dalam Kitab Pengkhotbah dengan jelas dan jujur ia berkata, “… aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu. Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda. Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku. Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik. Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku. Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku” (Pengkhotbah 2:3-10).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *