Renungan

Pertengkaran Adalah Pilihan

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Amsal 10:12

“Konflik tak terhindarkan, tetapi pertengkaran adalah pilihan,” demikianlah kutipan dari Max Lucado, seorang penulis ternama. Tidak setiap konflik akan berujung pada pertengkaran. Ada konflik yang justru membuat kita memahami orang lain dengan baik. Apa yang menentukan ujung sebuah konflik? Apa yang membuat konflik berujung pada pengenalan yang lebih mendalam atau sebaliknya pertengkaran? Pilihan sikap dalam konflik. Itulah jawabannya.

“Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran” (Amsal 10:12).

Konflik yang disertai dengan sikap kebencian akan berakhir dengan pertengkaran. Sebaliknya, konflik yang dijalani dengan semangat kasih akan berujung pada pengenalan yang lebih mendalam. Kasih menutupi segala pelanggaran. Yang dimaksud dengan menutupi di sini bukan berarti tidak mau mengakui, melainkan mengampuni. Ketika kasih mengampuni segala pelanggaran, maka konflik tak akan berujung pada pertengkaran.

Renungkan ulang pertengkaran yang pernah terjadi. Jika kita jujur pada diri sendiri, maka kita akan mendapati bahwa bukan sekadar perbedaan pendapat yang menyebabkan pertengkaran. Kebencianlah yang mengubah perbedaan pendapat menjadi pertengkaran. 

Kita dapat menghindarkan terjadinya pertengkaran akibat konflik apabila kasih hadir di dalam hati kita. Kehadiran kasih senantiasa membuka ruang bagi perbedaan. Kasih tidak pernah hanya memikirkan pendapat dan pandangan diri sendiri.

Kapan pun konflik terjadi di depan mata, pilihlah untuk membuka ruang hati untuk perbedaan sehingga pertengkaran tidak mewujudnyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *