Khotbah Perjanjian Lama

Pola Pikir Pemenang Kehidupan

Pola Pikir Pemenang Kehidupan (Kejadian 50:15-21)

oleh : Andy Kirana

 

Shalom Saudara… Puji Tuhan kita boleh bersama-sama beribadah hari ini. Sekarang kita akan belajar dari kehidupan Yusuf. Kita akan belajar bagaimana Yusuf menjadi seorang pemenang dalam hidup ini dan itu sangat-sangat ditentukan oleh bagaimana cara dia berpikir dalam hidupnya, bagaimana dia memandang kehidupan yang dijalaninya. Saya mengajak Saudara untuk membuka Kitab Kejadian pasal 50 ayat 15 sampai ayat 21. Demikian firman Tuhan:

Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka sudah mati, berkatalah mereka: “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya.” Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: “Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan: Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya. Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: “Kami datang untuk menjadi budakmu.” Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu, dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus… inilah kisah kehidupan Yusuf ketika bertemu dengan saudara-saudaranya. Kalau boleh saya katakan, inilah yang menjadi kesimpulan dari kehidupan Yusuf. Namun, sebelum kita sampai pada kesimpulan ini, kita akan melihat sejenak, bagaimana perjalanan kehidupan Yusuf lebih dulu.

Yusuf adalah seorang yangg sangat-sangat dikasihi oleh orang tuanya. Anak favorit bapaknya, seorang pemenang dalam keluarga. Namun, kalau kita melihat dalam kehidupannya, saat dia dilemparkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya…menurut Saudara, siapa yang menang: Yusuf atau saudara-saudaranya? Jelas, saudara-saudaranya! Saat Yusuf dijual menjadi seorang budak, siapa yang menang: saudara-saudaranya atau Yusuf? Jelas, saudara-saudaranya! Pada saat Yusuf digoda kemudian difitnah oleh istri Potifar dan dijebloskan ke dalam penjara, siapa yang menang? Jelas,istri Potifar!

Tetapi, Saudara yang dikasihi Tuhan, pada saat Yusuf diangkat menjadi perdana menteri Mesir, menjadi penguasa Mesir… siapa yang menang: Yusuf atau musuh Yusuf? Jelas,Yusuf!

Sekarang kita akan melihat satu hal yang sangat penting di dalam kehidupan Yusuf ini. Bagaimana Yusuf pada akhirnya memenangkan pertandingan kehidupan ini?

Kunci yang sangat menentukan kemenangan Yusuf saat menghadapi kehidupan ini adalah bagaimana Yusuf memandang hidupnya, bagaimana Yusuf memiliki pola pikir terhadap hidupnya, bagaimana Yusuf mempunyai mindset dalam hidupnya. Saudara, inilah yang menjadi kunci kemenangann Yusuf dan inilah yang menjadi kunci dalam setiap kemenangan yang akan kita peroleh dalam hidup ini. Mari kita melihat kembali ayat 20, karena itulah yang menjadi mindset Yusuf saat Yusuf memenangkan kehidupannya. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *