Renungan

Prinsip Kesuksesan

Prinsip Kesuksesan

 

Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

(Amsal 21:31)

 

Suatu kali saya berjumpa dengan seorang pengusaha sukses. Ia tengah mempersiapkan generasi penerus bisnisnya. Saya bertanya, “Prinsip penting apa yang ingin Bapak teruskan ke anak-anak?” Pria itu terdiam sejenak, lalu berkata, “Ada satu hal yang saya ingin anak-anak saya mengerti dan memahami dengan baik. Manusia merencanakan, tetapi Tuhan yang memutuskan apa yang terjadi. Prinsip ini penting supaya ketika mereka berhasil, mereka tidak menjadi sombong, atau ketika mereka gagal, mereka tidak berhenti dan menyerah begitu saja.”

 

“Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN” (Amsal 21:31). Amsal ini hendak menegaskan apa yang menjadi bagian manusia dan apa yang menjadi bagian Tuhan. Bagian manusia adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin, sama seperti prajurit pada zaman itu yang mempersiapkan kuda untuk memasuki hari peperangan.

 

Lalu, apa yang menjadi bagian Tuhan? “Tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN” (Amsal 21:31). Ada dimensi kehendak Tuhan di dalam kehidupan manusia. Tak selalu persiapan manusia berjumpa dengan kehendak Tuhan. Ketika persiapan manusia berjumpa dengan perkenan Tuhan, maka terjadilah kemenangan atau keberhasilan. Namun, tatkala kita tidak menjalankan bagian kita, jangan berharap Tuhan mengerjakan bagian-Nya.

 

Jadi, ketika kita berhasil, jangan menepuk dada. Bersyukurlah karena Tuhan memberkati kerja keras kita.

 

Ketika kita gagal, jangan menyerah. Coba kerjakan kembali, dan carilah perkenan Sang Ilahi.

(Wahyu Pramudya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *