Khotbah Perjanjian Lama

Rancangan Allah bagi Keluarga

Saat membeli motor, bukankah Anda mendapatkan buku petunjuk tentang pemeliharaan motor itu dari pembuat/pabriknya? Tentang bahan bakar misalnya, ada ketentuan mengenai harus memakai bahan bakar premium atau pertamax. Namun, jika Anda berkata, “Ini khan motor saya. Saya mau pakai bahan bakar apa pun khan terserah saya.” Anda mengisinya dengan premium, kadang Anda campur dengan oli. Lalu, karena merasa diri kaya, Anda berpikir, “Mengapa tidak mengisinya dengan susu?” Apa yang akan terjadi dengan motor Anda bila semua itu Anda lakukan? Motor menjadi rusak, bukan? Bukan karena susu itu kurang mahal, tetapi karena susu tidak cocok dijadikan sebagai bahan bakar. Tidak sesuai dengan petunjuk pembuat motor itu. Anda tentu tidak sebodoh itu, bukan?

Tetapi, itulah yang dilakukan oleh banyak orang terhadap keluarga mereka. Mereka merasa inilah keluarga mereka. Mereka anggap mereka boleh berbuat semaunya sendiri terhadap keluarga mereka karena istri, suami, anak-anak adalah milik mereka. Memang benar, keluarga Anda adalah milik Anda. Namun jangan lupa, Allah yang menciptakan keluarga itu memberikan firman-Nya agar Anda memelihara keluarga Anda. Allah telah memberikan petunjuk kepada Anda tentang bagaimana seharusnya Anda memperlakukan anggota keluarga seturut firman-Nya. Namun, ketika Allah disingkirkan di tengah keluarga, ketika suara-Nya tak lagi didengar, maka rapuhlah keluarga Anda. Tidak peduli sekaya apa pun Anda, sebijaksana apa pun Anda, keluarga yang tak lagi mendengar suara Allah adalah keluarga yang rapuh. Ketika keluarga telah rapuh, maka keluarga tersebut tentu tidak dapat menjadi berkat bagi orang lain, malah mungkin menjadi beban bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *