Renungan Berjalan bersama Tuhan

Saksi Bisu

Saksi Bisu

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 27:62-66

Malam itu di kuburan Tuhan Yesus cukup ramai karena dijaga oleh tentara-tentara Romawi. Baru kali ini dan mungkin hanya kali ini ada kuburan yang dijaga oleh tentara. Kuburan orang mati, sekalipun kuburan raja atau presiden, tidak pernah dijaga oleh ajudannya. Hanya kuburan Tuhan Yesus yang dijaga, bahkan itu pun belum cukup. Kuburan itu juga ditutup dengan batu besar dan dimeteraikan. Artinya, tidak ada seorang pun yang dapat membukanya. Jika ada yang berani membukanya, maka ia akan ditangkap dan diproses ke pengadilan sebagai orang yang dituduh membuka segel atau meterai kerajaan.

Mengapa kubur itu harus dimeteraikan dan dijaga? Karena para imam takut pada nubuat Tuhan Yesus yang berkata bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga (Matius 27:62-63). Oleh karena itu, mereka memohon kepada Pilatus untuk mengirimkan penjaga-penjaga tersebut. Namun, siapa yang dapat menghalangi nubuat Allah? Siapa yang dapat menghentikan rencana-Nya? Siapa yang dapat menggagalkan kehendak-Nya? Setelah malam itu berlalu, pada pagi dini hari seorang malaikat datang ke kuburan Tuhan Yesus. Dengan kekuatan-Nya, meterai itu pun terbuka dan batu besar yang menutupi kubur Tuhan Yesus tiba-tiba terguling. Matius mencatat, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.” Batu besar dan berat, yang harus diangkat oleh beberapa orang, tiba-tiba terguling. Batu itu tak lagi berfungsi sebagai penutup, melainkan kini menjadi tempat duduk malaikat Tuhan. Batu itu tergolek rapi di samping mulut kubur Tuhan Yesus, bukan ditaruh sembarangan saja.

 

Batu yang terguling itu ternyata bisa dipakai Tuhan untuk menjadi saksi bisu dari peristiwa yang menggemparkan! Anak Allah yang telah menderita dan turun ke dalam kerajaan maut, sekarang telah ditinggikan oleh Allah Bapa dalam kemuliaan-Nya (Filipi 2:8-9). Batu itu “berbicara” sendiri dan menjadi saksi nyata tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Peristiwa itu bukan saja disaksikan oleh manusia dan tersebar dari mulut ke mulut karena ternyata alam pun menyaksikannya. Orang-orang tidak dapat mengingkari kenyataan bahwa Tuhan Yesus tidak bangkit! Mereka tidak bisa menjelaskan mengapa batu itu bisa terguling dan siapa yang menggulingkannya. Tuhan Yesus benar-benar bangkit! Dia adalah Tuhan dan Juru Selamat yang sejati dan kekal. Karena itu, setiap orang yang percaya kepada-Nya, bukan beriman kepada Tuhan Yesus yang mati terkubur, tetapi kepada Dia yang telah mengalahkan maut dan hidup kembali. Dialah Tuhan dan Juru Selamat manusia, yang memberikan jaminan  keselamatan yang pasti karena Dia Hidup. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *