Renungan Berjalan bersama Tuhan

Sama Seperti Elia

Sama Seperti Elia

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yakobus 5:13-20

Setiap orang baik di dalam Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru sangat menghormati Nabi Elia. Dia dipandang sebagai nabi yang mempunyai kuasa yang sangat besar dan pengaruh yang luar biasa. Dia sama seperti Musa yang pada akhir hidupnya diangkat oleh Allah. Bahkan Elia sebagai wakil dari para nabi dan Musa sebagai wakil dari hukum Taurat, mendampingi Tuhan Yesus ketika dimuliakan di atas bukit. Hukum Taurat ditegakkan dan berita penghukuman dosa disampaikan. Itulah Musa dan Elia yang menampakkan diri kepada Tuhan Yesus sebelum Dia disalibkan. Dengan mati-Nya di kayu salib, semua hukuman dosa ditanggung oleh Tuhan Yesus. Dia turun ke dalam Kerajaan Maut untuk menyatakan bahwa hukum Taurat itu sudah digenapi dan pengampunan itu disediakan bagi orang yang percaya.

Elia adalah nabi yang benar-benar menjadi utusan Allah untuk menyatakan kehendak-Nya. Namun, yang sangat menarik adalah pernyataan Yakobus dalam surat penggembalaannya kepada jemaat yang sedang menghadapi penganiayaan. Yakobus berkata, “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan” (Yakobus 5:17). Yakobus memberikan konsep yang benar, bahwa sekalipun Elia adalah nabi yang besar, ia tidak layak mendapat tempat untuk dipuja dan dipuji sama seperti Allah. Elia itu sama seperti kita. Selain itu, Yakobus juga ingin memberikan kekuatan kepada orang-orang Kristen pada waktu itu, bahwa mereka dapat melakukan perkara-perkara yang besar sama seperti Elia. “Elia adalah manusia biasa.” Sebagai manusia, tidak ada yang istimewa darinya karena Allah menciptakan manusia dengan status yang sama. Tetapi manusia biasa itu bisa dipakai oleh Allah untuk melakukan perkara-perkara yang luar biasa. Itulah Elia. Ia sungguh-sungguh berdoa! Itulah kelebihan Elia. Ia mempunyai kehidupan doa yang luar biasa, yang membuatnya melakukan hal-hal yang luar biasa.

 

Doa yang dinaikkannya muncul karena pengenalannya akan kehendak dan rencana Allah bagi umat-Nya. Doa yang bukan sekadar memenuhi keinginan dan kemauan diri sendiri, melainkan doa yang selaras dengan program Allah. Doa yang demikian mempunyai khasiat yang besar untuk mendatangkan mukjizat karena doa itu menyatakan pekerjaan Tuhan, baik bagi pribadi maupun bagi umat-Nya. Yakobus memberikan kekuatan kepada orang-orang Kristen yang sedang mengalami kesulitan. Doa yang sungguh-sungguh, artinya doa yang terus mencari pimpinan Tuhan dalam hidup kita, mencari tahu apa yang harus kita kerjakan di tengah-tengah kesulitan yang kita hadapi, dan melakukannya. Dalam doa, kita akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Kita bisa melakukan perkara-perkara besar. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *