Khotbah Perjanjian Baru

Seri Tujuh Dosa Maut: Hawa Nafsu

Seri Tujuh Dosa Maut: Hawa Nafsu

oleh : Pdt. Joas Adiprasetya

 

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mt. 5.28)

True love never dies for it is lust that fades away. Love bonds for a lifetime but lust just pushes away.” (Alicia Barnhart)

Love talks and talks. Lust is brief and to the point.” (Mason Cooley)

 

satu

Seiring dengan semakin seringnya saya memimpin acara retreat anak-anak muda beberapa tahun silam, saya mulai menemukan trik untuk membangunkan peserta retreat yang tertidur selama acara (tentu saja kesalahan terbesar ada pada pembicara yang tidak mampu menarik minat mereka). Trik yang saya pakai adalah, di tengah-tengah pembahasan sebuah topik, saya tiba-tiba berteriak keras: “Seks!” Hampir bisa dipastikan anak muda yang tertidur itu akan terperanjat dan bangun dengan muka berseri. Tadinya saya pikir trik ini bekerja baik karena saya berteriak keras. Tapi, bahkan, ketika saya mendekati anak muda yang tertidur itu dan berbisik perlahan, “Seks …” ternyata banyak pula yang bereaksi sama. Bangun dan segar kembali.

Kita hidup di sebuah masa di mana seks menjadi sebuah komoditi yang luar biasa menguntungkan. Iklan-iklan memanfaatkan sensualitas grafis, dengan memajang saleswomen (dan salesmen) muda yang menyegarkan untuk menjual apa pun, mulai dari kopi hingga mobil. Kondom tersedia bebas di mana-mana. Alat-alat “Keluarga Berencana” (KB) berubah fungsinya menjadi alat-alat “Keluarga Belakangan.” Film-film erotis dan majalah porno mudah dibeli. Semua ini ditambah dengan pola hidup seks bebas di kalangan anak muda. Segera setelah seorang anak mencapai usia yang layak memiliki driver license, egera pula mereka memiliki “portable bedroom” (baca: mobil). Semua ini menjadi lahan yang subur bagi Lust untuk berkembang pesat.

Akan tetapi, tentu saja Lust bukan monopoli anak muda. Sekalipun, saya percaya, orang-orang lanjut usia memiliki keuntungan seiring dengan perubahan fisik mereka untuk tidak terlalu pusing dengan urusan ini, berulang kali pula kita mendengar berita tentang, misalnya, seorang kakek berusia 80 tahun yang melakukan sexual abuse terhadap seorang gadis belia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *