Renungan

Superman Naik Pesawat

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … mata sombong.

Amsal 6:16-17

Konon suatu kali Muhammad Ali, petinju legendaris dunia, melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Menjelang pesawat tinggal landas, ada instruksi agar semua penumpang mengenakan sabuk pengaman. Semua orang mematuhi instruksi itu, kecuali Muhammad Ali. Pramugari pun mendatangi dan mengingatkannya untuk mengenakan sabuk pengaman. Muhammad Ali berteriak, “Superman tidak membutuhkan sabuk pengaman!” Sang pramugari tersenyum, lalu berkata, “Betul, tapi Superman juga tidak membutuhkan pesawat terbang.”

Kesombongan itu membentuk gambar diri yang keliru. Kesombongan kerap kali membuat seseorang mengangkat dirinya di atas manusia lain, dan bahkan membuat orang ingin sejajar dengan Sang Pencipta. Kita tentu ingat kisah kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa, bukan? 

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … mata sombong” (Amsal 6:16-17).

Mengapa Tuhan membenci kesombongan? Jika seseorang sudah mengangkat diri di atas manusia lain, dan bahkan ingin sejajar dengan Tuhan, maka kesombongan adalah pintu masuk untuk dosa-dosa yang lain. Itulah sebabnya Tuhan membenci kesombongan.

Lawan dari kesombongan adalah kerendahan hati. Rendah hati berarti menilai diri sesuai dengan yang sepantasnya. Rendah hati berarti menyadari bahwa kita ciptaan yang bergantung pada Pencipta. Rendah hati berarti menyadari bahwa terhadap sesama ciptaan, kita tidak perlu saling merendahkan. Rendah hati berarti membuka diri terhadap petunjuk hidup dari Sang Pencipta dan nasihat dari sesama.

Kesombongan membawa pada kehancuran. Kerendahan hati membawa pada keberhasilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *