Renungan

Tabur Tuai

Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.

(Amsal 20:4)

Suatu kali saya diminta seorang ibu untuk menasihati anaknya yang malas bekerja. “Buat apa saya kerja keras, Pak Wepe. Burung di udara saja dipelihara oleh Tuhan, apalagi saya!” demikian jawab pemuda itu. 

Saya terdiam sejenak, tersenyum, dan kemudian berkata kepadanya, “Ya, Anda betul. Burung di udara Tuhan pelihara, apalagi manusia. Namun, bukankah Anda tahu kenapa burung-burung itu beterbangan sepanjang siang? Tuhan memelihara, tetapi burung-burung itu harus mengepakkan sayap untuk mengumpulkan makanan. Jika burung tidak terbang, ia tidak akan makan walaupun Tuhan sudah menyediakan berkat-Nya.”

“Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa” (Amsal 20:4).

Amsal ini menegaskan prinsip tabur dan tuai. Orang yang tidak menabur karena malas, ia tidak akan menuai. Jika kita ingin menikmati kesuksesan kelak, maka sekaranglah saatnya untuk bekerja keras.

Prinsip tabur tuai ini berlaku bagi semua manusia di dunia ini, tanpa perkecualian. Itulah sebabnya kita mendapatkan kenyataan bahwa ada begitu banyak manusia, terlepas dari keyakinan imannya, meraih kesuksesan finansial dalam hidup ini. Sebaliknya, ada banyak anak Tuhan berada dalam kekurangan, yang sesungguhnya bukan karena Tuhan tidak memberkati, melainkan karena mereka malas bekerja keras mengumpulkan berkat-berkat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *