Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tak Luput dari Godaan

Tak Luput dari Godaan

Kejadian 39:1-23

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Bagaimana rasanya jika mimpi yang indah menjadi kenyataan? Pasti mendatangkan sukacita, bukan? Bahkan semua orang berharap mimpi yang indah itu benar-benar terwujud. Demikian juga dengan Yusuf. Namun, ketika mimpi indah itu menjadi nyata, Yusuf harus menjalani proses yang panjang dan tidak mulus. Sekalipun Tuhan banyak membukakan kehendak-Nya melalui mimpi kepada Yusuf, Yusuf tetap harus menjalani proses yang tidak mudah, menyakitkan dan menuntut kesabaran sampai-sampai Yusuf mempertanyakan mengapa berbagai peristiwa harus terjadi kepadanya.

Pada suatu waktu, Yusuf yang awalnya hanyalah seorang budak diangkat menjadi kepala rumah tangga di rumah Potifar, seorang pejabat besar di Mesir. Apa yang diperoleh oleh Yusuf tentu tidak terlepas dari berkat Tuhan dan ketekunan Yusuf mengerjakan perkara-perkara kecil dengan penuh tanggung jawab dan kesetiaan. Betapa bangga dan puasnya seseorang ketika sudah mencapai puncak kariernya, bukan?

Yusuf ternyata bukan orang yang gila jabatan. Ia tetap menjalani hidup sebagai seorang hamba Allah, bukan dengan kepongahan, kesombongan, keangkuhan karena sudah menjadi tangan kanan Potifar. Seorang hamba Allah yang mendasari seluruh pekerjaannya dengan takut akan Tuhan, bekerja dengan rajin, dan penuh tanggung jawab.

Kemapanan yang diperoleh ternyata tidak serta-merta membebaskan Yusuf dari tantangan. Tantangan muncul dari istri Potifar yang merayu Yusuf. Dengan penuh ketegasan, Yusuf menolak dengan berkata, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:9). Sebagai pekerja yang bertanggung jawab, Yusuf tidak ingin mengecewakan tuan yang sudah begitu baik kepadanya. Namun di atas semua itu, penolakan yang ia sampaikan didasari dengan kesadaran Yusuf untuk tetap setia kepada Allah sehingga ia dapat bertahan dari godaan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, berikan kepadaku kekuatan tatkala berada dalam proses pembentukan diri yang panjang, menyakitkan, dan menjengkelkan. Aku kerap tidak sabar, marah, putus asa, atau malah memberontak terhadap-Mu, padahal semua itu adalah proses pembentukan agar aku berubah menjadi lebih baik untuk kehidupan mendatang. Berikan aku kesabaran, rasa tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap hal-hal kecil sampai Tuhan memberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja-Mu jika menghadapi banyak tantangan. Kami percaya bahwa semua itu membuat kami semakin bertumbuh dengan kuat dan sehat. Jauhkanlah kami dari sikap yang menghalalkan segala cara hanya untuk terbebas dari kesulitan. Kami rindu bahwa pada akhirnya nanti Engkau mendapati kami tetap setia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *