Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tak Pernah Menyerah

Tak Pernah Menyerah

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

2 Timotius 4:1-8

Churchill adalah perdana menteri Inggris yang bukan saja terkenal sebagai politikus besar pada zamannya, namun juga sebagai orator ulung. Pidatonya selalu merupakan uraian panjang lebar yang sangat menggugah hati rakyat Inggris. Namun suatu hari ia mengucapkan pidato yang sangat pendek, hanya tiga kata, dan tiga kata itu menjadi sangat terkenal, yaitu “Never Give Up!”  “Jangan Pernah Menyerah!” Rupanya inilah moto kerja Churchill, sehingga mampu menjadi seorang pemimpin besar.

Moto ini mengandung beberapa unsur yang sangat positif, yaitu: Pertama, tidak mudah putus asa. Segala pekerjaan dapat kita lakukan dan mudah kita mulai, tetapi yang sulit adalah bagaimana pekerjaan atau program kerja itu mencapai tujuan yang diharapkan. Antara awal kerja dan tujuan yang akan dicapai, terbentang jarak yang tidak pendek! Bukan itu saja, tetapi juga banyak muncul problema, tantangan dan kesulitan yang tidak terduga. Dalam menjalani proses itu, diperlukan kegigihan dan ketekunan. Jika berhenti di tengah jalan karena putus asa dan menyerah, tentu  tujuan yang diharapkan tidak akan pernah tercapai.

Kedua, kata itu memberi semangat kerja yang tinggi. Never give up, memberi dorongan yang kuat untuk maju terus dan pantang mundur! Persoalannya adalah, bagaimana memelihara etos kerja itu? Tidak lain, terus melihat ke depan, yaitu tujuan yang akan dicapai. Memandang tujuan yang akan diraih, sangat memengaruhi kinerja sekarang ini. Karena merasa belum mencapai apa yang diharapkan, pekerjaan dilanjutkan dengan penuh semangat, sekalipun banyak tantangan.

 

Ketiga, memberikan dorongan yang kompak dalam satu tim kerja. ”Jangan Pernah Menyerah”, akan memberi dorongan yang kuat kepada tim untuk terus maju dan berjuang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Jika ada rekan yang mulai putus asa, maka yang lain akan mengingatkan kesepakatan bersama tersebut, dan tidak menyerah sebelum berhasil.

 

Paulus  memberikan kesaksian pelayannya kepada Timotius dan semua anak Tuhan, bahwa ia sudah sampai pada akhir tugas panggilannya. Ia berkata: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7). Bukankah apa yang dilakukan Paulus juga mengandung pengertian ”Never give up”? Tidak pernah menyerah dalam memelihara iman dan kesaksian hidup, sampai nanti mencapai garis akhir, finis! Tujuan utama perjalanan hidup dan perjalanan iman kita, baik dalam pekerjaan, berkeluarga, pelayanan, bermasyarakat, harus dikerjakan dengan baik dan benar sampai ke garis finis! Hamba yang setia tidak akan menyerah sampai tujuannya tercapai. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Ya Tuhan, berilah aku semangat hidup, agar aku bekerja, melayani dan menyaksikan imanku kepada dunia ini dengan tanpa menyerah! Berilah kekuatan untuk terus berjuang dengan gigih.
  2. Ya Tuhan, berilah perlindungan dalam perjuangan ini, supaya apa yang kulakukan berada dalam kebenaran-Mu, dan aku tidak menghalalkan segala cara, tetapi terus mencari pimpinan-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *