Khotbah Perjanjian Baru

Tanda-tanda Kedatangan Kristus, Siapkah Kita? 

 

Alertness Atau Kewaspadaan (Matius 24:37-42)

 

Dalam bagian ini Yesus memakai kisah Air Bah di zaman Nuh sebagai ilustrasi untuk menggambarkan kedatangan Anak Manusia. Dia menyoroti sikap yang dimiliki orang-orang pada zaman Nuh itu, yaitu karakteristik generasi yang tidak peduli dengan akan terjadinya air bah. Mereka tidak menaruh perhatian tentang hal-hal yang berkenaan dengan Allah, padahal selain Nuh ditugaskan untuk membangun bahtera, ia juga harus menyampaikan bahwa air bah akan melanda bumi, dan berseru kepada mereka untuk bertobat. Tetapi mereka mencemoohnya, sehingga semua manusia di muka bumi mati ditelan air bah, dan hanya Nuh sekeluarga yang selamat.

 

Sikap acuh orang-orang pada zaman Nuh itu juga yang tampak pada orang-orang yang hidup pada zaman Yesus di bumi ini. Banyak orang menolak untuk mengenal Dia sebagaimana seharusnya. Dia telah menyembuhkan berbagai jenis penyakit, mengusir setan-setan, mengubah air menjadi air anggur, meneduhkan ombak dahsyat, membangkitkan orang mati, dan melakukan banyak perbuatan yang ajaib; tetapi tetap saja mereka menolak untuk percaya pada-Nya. Bahkan para pemimpin agama Yahudi dengan tegas berusaha menyudutkan Yesus dan menyatakan bahwa Yesus mengusir setan-setan dengan kuasa Setan (Matius 12:24).

 

Kondisi manusia yang penuh dosa, meterialistik, dan perasaan superior sehingga tidak lagi memerlukan Tuhan dalam hidup telah membutakan diri mereka terhadap kebenaran-Nya, walaupun kebenaran itu murni dan tegas. Manusia tetap menolak serta melawan kebenaran itu karena hati mereka telah dikuasai kejahatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *