Khotbah Perjanjian Baru

Tanda-tanda Kedatangan Kristus, Siapkah Kita? 

Sama seperti pada zaman Nuh, generasi kita ini akan mendapat peringatan demi peringatan, sementara gereja terus menerus memproklamirkan injil Tuhan. Yesus memberikan ilustrasi yang menarik. Pada waktu itu ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Dalam bagian ini Yesus sedang memberikan figur paralel dengan kondisi zaman air bah, sebagian orang dibiarkan masuk ke dalam bahtera, sebagian besar ditinggalkan binasa dalam air bah.

 

Seperti yang disampaikan Rasul Petrus dalam kotbahnya pada Hari Pentakosta bahwa “… sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu, dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan” (Kisah Para Rasul 2:20,21). Pada momen terakhir itu ketika Sang Raja datang untuk mendirikan Kerajaan-Nya, sejumlah orang akan kembali kepada Kristus dalam ketulusan iman dan ditebuskan. Mereka akan dipisahkan sebagai domba-domba Tuhan oleh para malaikat, dan akan mewarisi kerajaan yang disediakan bagi mereka.

 

Ayat 44 berbunyi “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Kata “siap sedia” dalam konteks ini menunjukkan suatu bentuk perintah untuk selalu berjaga-jaga secara terus menerus, jangan sampai lengah atau acuh dengan sekeliling.

 

Ketika Yesus datang kembali, semua kefasikan akan dilenyapkan, orang fasik telah  kehilangan kesempatan untuk memeroleh keselamatan. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk mengoreksi diri sendiri. Jika saat ini juga Kristus datang kembali, apakah kita hidup dengan penuh kewaspadaan, ataukah justru bersikap acuh sembari berpikir bahwa hidup kita masih panjang dan kita masih memiliki banyak waktu. Kelak ketika kita telah berusia lanjut, baru kita akan memikirkan surga. Kita menjalani masa hidup kita untuk memenuhi semua keinginan duniawi kita selagi masih ada waktu, dan akan memikirkan agama ataupun Kristus menjelang ajal kita. Padahal kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang harus kita hidupi di bumi ini.

 

Readiness Atau Kesiagaan (Matius 24:43,44)

 

Kalimat “Tetapi ketahuilah ini” dalam ayat 43 menunjukkan perintah Yesus untuk memberi peringatan, yang dilanjutkan dengan: “Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.” Tidak ada pencuri yang sedemikian bodoh sehingga ia mengumumkan waktu kedatangannya ke suatu rumah, sehingga sang tuan rumah akan bersiap siaga untuk menggagalkan rencana pencuri yang akan menguras isi rumahnya. Dalam hal ini, Yesus tidak sedang ingin mengidentifikasi diri-Nya sebagai pencuri. Perjanjian Baru sering membandingkan kedatangan kedua-Nya dengan kedatangan pencuri (Lukas 12:35-40; 1 Tesalonika 5:2; 2 Petrus 3:10; Wahyu 3:3, 16:15), dengan alasan yang jelas, yaitu bahwa seperti pencuri yang selalu dengan diam-diam tanpa ingin membangunkan kesadaran sang pemilik rumah ketika ia hendak merampok harta rumahnya, demikian pula kedatangan Yesus yang kedua kalinya datang tanpa dapat disadari kedatangan-Nya oleh orang lain. Ini semua bersifat mendadak dan tidak dapat diperkirakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *