Khotbah Perjanjian Baru

Tanda-tanda Kedatangan Kristus, Siapkah Kita? 

 

Pada zaman ini, dengan berbagai perkembangan teknologi yang canggih, segala hal dapat diatur dengan komputer. Kecanggihan itu telah membutakan orang untuk meyakini akan datangnya penghakiman atas manusia pada kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Kondisi ini tepat seperti yang terjadi pada zaman Nuh. Mereka beranggapan bahwa cuaca demikian cerah, tanpa ada awan gelap, sehingga mustahil akan datang air bah. Bahkan mereka menganggap Nuh gila karena membangun bahtera di atas gunung, bukan di tepi pantai atau sungai seperti lazimnya.

 

Dalam konteks ayat ini, kesiagaan merupakan syarat agar seseorang diselamatkan; yaitu kesiagaan rohani untuk dapat berjumpa dengan Kristus sebagai Tuhan dan Raja serta Hakim. Setiap orang akan melihat kedatangan-Nya pada akhir zaman. Yesus sekali lagi menegaskan fakta bahwa tidak ada seorang pun di bumi ini akan mengetahui saat yang tepat dari kedatangan Yesus, bahkan orang bijak dan saleh pun tidak akan dapat menebak waktunya. Yesus dengan tegas berkata: “Anak Manusia datang pada saat yang tidak dapat kamu duga.” Artinya, kedatangan-Nya adalah seperti sebuah kejutan besar. Untuk itulah diperlukan kesiagaan kita, supaya jika saat itu tiba, kita akan selamat dari penghukuman.

 

Lukas menyampaikan kepada kita peringatan yang mirip dengan yang diberikan Yesus. “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuanya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka” (Lukas 12:35-37). Ketika Yesus datang kembali, mereka yang bersiap siaga atau tidak akan ketahuan pada saat itu, yang terindah disiapkan bagi mereka yang terus siap siaga yaitu akan menerima pelayanan Yesus secara pribadi.

 

Faithfulness atau Kesetiaan (Matius 24:45-51)

 

Dalam bagian ini Yesus memberikan kita suatu analogi lainnya untuk menyatakan maksud dari perkataan-Nya: hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat untuk memberi makanan kepada orang-orang tuannya pada waktunya. Tanggung jawab khusus dari seorang hamba dipakai Yesus untuk menjelaskan makna dari pemberitaan-Nya, yaitu bahwa setiap orang Kristen adalah hamba Yesus Kristus dan bertanggung jawab penuh untuk melayani Dia setiap hari dan setiap waktu. Setiap orang termasuk saya dan Anda diberi tugas Ilahi untuk melakukan pekerjaaan Kristus di muka bumi ini. Napas hidup, energi, talenta, karunia rohani, dan segalanya yang telah dititipkan Tuhan kepada kita harus dipakai untuk melayani Dia dan untuk kemuliaan-Nya.

 

Yesus berkata, “berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya” (Matius 24:46,47). Di sini Yesus menyebutkan orang-orang percaya, yaitu mereka yang rela menyerahkan diri kepada-Nya dan mengakui Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan. Orang-orang percaya yang didapati setia kepada tuannya, dan melakukan tugasnya dengan baik, dan yang akhirnya diangkat menjadi para pengawas atas segala milik tuannya, yaitu seluruh warisan Kerajaan Allah yang mutlak diberikan kepada kita sebagai pewaris bersama dengan Yesus Kristus (Roma 8:17). Bukan hanya itu saja, Yesus menambahkan pula dalam Kitab Wahyu, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa Ku di atas takhta-Nya” (Wahyu 3:21).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *