Khotbah Perjanjian Baru

Tanda-tanda Kedatangan Kristus, Siapkah Kita? 

 

Orang-orang yang tidak percaya, diibaratkan dengan para hamba yang jahat, sehingga mereka pun harus mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan di hadapan Tuhan. Selama zaman akhir itu, sejumlah orang-orang fasik tetap mempertahankan keberdosaan mereka, tetap tegar tengkuk melawan Allah, serta sama sekali acuh terhadap kebenaran dan kemurahan panjang sabar Tuhan. Sejumlah orang lain akan sadar dengan kondisi dosa mereka dan merasa memerlukan Juruselamat, serta menyesali dosanya sebelum penghakiman Tuhan tiba. Tetapi mereka selalu berkata kepada diri sendiri: kedatangan Tuhanku masih lama lagi, Dia tidak akan segera tiba. Kita tidak sepantasnya memiliki sikap seperti itu, karena akan membuat kita lengah sembari berpikir bahwa kita masih memiliki waktu untuk bebas melakukan kehendak hati kita. Padahal itu semua adalah tipu daya Iblis yang paling ampuh, terutama bagi orang-orang muda.

 

Yesus kemudian melanjutkan bahwa “tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya.” Dalam kasus ini sang Tuan itu tidak akan datang sebagai Juruselamat dan Raja untuk memberkati dan memberikan pahala melainkan akan datang sebagai Hakim dan Eksekutor untuk menghakimi dan membinasakan. Dia akan membunuh hambanya dan membuatnya bernasib sama dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi dalam api kekal itu.

 

Kata “membunuh” dalam ayat 51 ini kurang mengena dengan makna kata aslinya dichotomeo yang secara harfiah artinya dipotong menjadi dua bagian, pemakaian kata ini juga dilakukan untuk hewan korban bakaran yang dipotong menjadi dua dalam Perjanjian Lama. Yang jelas kata itu digambarkan dalam ayat 51 b: “di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

 

Seorang penafsir yang bernama William Barclay memakai kisah berikut untuk mengilustrasikan apa yang terjadi apabila seseorang suka menunda dalam hal rohani. Tiga iblis diutus ke dunia untuk menyelesaikan tugas magang mereka. Mereka harus menghadap Setan, penghulu para iblis, untuk melaporkan rencana mereka untuk menghancurkan manusia. Iblis pertama berkata, “Saya akan menyampaikan kepada mereka bahwa tidak ada Allah.” Setan menjawab, “Itu tidak akan berhasil pada banyak orang; sebab mereka tahu bahwa ada Allah.” Iblis kedua berkata, “Saya akan mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada neraka.” Setan menjawab, “tidak akan ada seorang pun yang bakal tertipu dengan hal ini, sebab sejak dulu sampai sekarang manusia tahu adanya neraka.” Iblis ketiga berkata, “Saya akan membujuk manusia dengan berkata bahwa mereka masih punya banyak waktu, jadi tidak perlu tergesa-gesa.” Setan menjawab, “Ide cemerlang. Pergilah segera! Inilah satu-satunya cara yang ampuh untuk menghancurkan manusia dalam jumlah yang besar.” Hal yang paling berbahaya bagi setiap manusia apabila mereka merasa masih cukup banyak waktu untuk bersenang-senang dan menikmati dosa. Sedangkan urusan rohani dapat dikerjakan kelak, entah kapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *