Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tangan Manusia

Tangan Manusia

oleh: Pdt. Nathanael Channing

Lukas 24:1-12

Apakah tangan manusia itu? Kalau dalam pengertian secara fisik, tangan adalah bagian dari tubuh kita, yang terdiri dari dua, yakni tangan kanan dan tangan kiri, yang disertai telapak tangan, jari-jari, siku, dan lengan. Namun, jika dalam pengertian kegunaan dan fungsi tangan, maka banyak sekali kegunaannya. Tangan bisa untuk memerintah ketika telunjuk jari kita menuding, untuk mengancam ketika tangan kita kepalkan, untuk melambaikan tangan tanda perpisahan atau tanda cinta, bisa juga untuk membuat simbol-simbol, baik simbol perdamaian, angka-angka, bahkan mengungkapkan bahasa isyarat bagi kaum tunarungu dan tunawicara. Tangan bisa untuk memukul, menunjuk, menampar, dan berkelahi, bahkan membunuh sesamanya. Atau sebaliknya, untuk memeluk tanda kasih sayang, bersalaman tanda bersahabat. Itulah fungsi tangan.

Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga” (Lukas 24:7). Tuhan Yesus sudah memberikan tanda-tanda kepada murid-murid-Nya bahwa ada perbedaan yang sangat mencolok antara “Tangan Yang Mahakudus” dan “Tangan yang berdosa”. Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan orang berdosa. Anak Manusia yang kudus, yang tak bercacat dan bercela, yang tidak berdosa itu akan berada di tangan orang yang berdosa! Sekali lagi, Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa tangan-Nya sangat berbeda dengan tangan orang berdosa, bagaikan langit dan bumi. Tangan Tuhan Yesus adalah tangan yang menyembuhkan, yang mengusir roh-roh jahat, yang memberkati, yang membelai anak-anak kecil dengan penuh kasih sayang, yang mengusir badai ombak laut sehingga tenang kembali, yang menghardik setan agar keluar dari orang yang dirasuk, yang membangkitkan anak Yairus yang sudah mati, yang memanggil Matius, Zakheus, dan murid-murid lainnya. Tangan yang terpentang di atas kayu salib, seolah-olah tidak berdaya atas kekejaman manusia yang berdosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *