Renungan Berjalan bersama Tuhan

Teriakan Tidak Didengar

Teriakan Tidak Didengar

Habakuk 1:1-4

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Saat kegaduhan dan kebisingan terjadi di sekitar Anda dan Anda berteriak memanggil seseorang, pasti orang tersebut sulit mendengar Anda, bukan? Lalu, apa yang akan Anda lakukan? Anda pasti akan mencoba berteriak lebih keras lagi untuk melawan kegaduhan dan kebisingan sampai teriakan Anda terdengar. Kita berteriak ketika menghadapi situasi dan kondisi yang tidak nyaman atau ketika berada dalam bahaya. Kita juga berteriak ketika mengalami tekanan hidup atau menderita penyakit berat. Teriakan dilakukan karena ada kebutuhan yang diperlukan.

Apa yang terjadi bila kita berteriak terus-menerus namun tidak ada yang menjawabnya? Itulah yang terjadi dengan bangsa Israel. Hampir setiap saat mereka berteriak minta tolong, tetapi tak ada seorang pun yang menolongnya. Habakuk menyampaikan seruan Israel kepada Allah, “Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?” (Habakuk 1:2). Mengapa Tuhan tidak mendengar ataupun  menjawab?

Ada alasan mengapa Allah tidak menjawab teriakan Israel. Pemazmur dalam pergumulannya berkata, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar” (Mazmur 66:18). Dari pergumulan ini tampak jelas bahwa Allah tidak mau mendengar orang yang berteriak minta tolong jika dosa masih ada di dalam hidup umat-Nya. Tuhan sudah mengampuni, membersihkan seluruh kehidupannya dengan sempurna sehingga tidak binasa lagi, tetapi anugerah Allah yang mahal itu tidak diindahkan dalam pertobatan hidup! Dosa masih dipelihara, dinikmati, dan terus dilakukan. Kepada mereka yang demikian, Allah tidak mau mendengar!

Dalam Habakuk 1:4, Tuhan memberikan alasannya, “Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik.” Kebenaran Allah ditinggalkan umat-Nya. Sebenarnya yang terjadi bukan Allah tidak mau mendengarkan umat-Nya, tetapi umat-Nya yang terlebih dahulu tidak mau mendengarkan suara Allah. “Kebisingan” hidup dan dosa manusia menjadi penghalang dan membuatnya tidak bisa mendengarkan suara Allah. Jadi, bukan Allah tidak mau mendengarkan, melainkan umat-Nya yang tidak mau mendengarkan kehendak Allah. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ampunilah aku jika aku berteriak minta tolong dan aku beranggapan Engkau tidak menjawab karena Engkau tidak mau mendengar. Ajarlah aku untuk melihat kehidupanku apakah sudah seturut dengan kehendak-Mu dan apakah aku setia mendengarkan suara-Mu. Ampunilah aku!
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja Tuhan yang kerap jatuh karena berjalan sendiri tanpa tuntunan-Mu. Ampunilah kami yang acapkali membuat semua program pelayanan mengalir secara rutin tanpa bertanya apakah semua itu seturut dengan kehendak Tuhan atau tidak. Tolonglah kami untuk terus bertanya kepada-Mu dan mendengarkan suara-Mu. Janganlah kiranya Engkau meninggalkan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *