Renungan

Tertipu dengan Penampilan

Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin daripada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.

Amsal 5:3-4

Ah, saya tertipu dengan penampilannya yang rapi dan cara bicaranya yang menyakinkan,” demikian tutur seorang teman. Ia mencari partner bisnis untuk mengembangkan usahanya, tetapi sayangnya ada orang yang menipu dan membawa lari uangnya. Kisah penipuan ini selalu terjadi dalam berbagai bentuk dalam kehidupan sehari-hari. Para penipu itu selalu tampil mengesankan sehingga orang terjerat untuk memercayai mereka. Begitu percaya, habislah sudah.

“Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin daripada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua” (Amsal 5:3-4).

Amsal ini memakai gambaran seorang perempuan jalang yang bibirnya mengatakan hal-hal yang menarik, tetapi di balik itu ada hal-hal yang menghancurkan. Seperti umpan yang ditaruh di mata kail. Ikan hanya melihat makanan, tetapi tidak sanggup melihat kematian di baliknya.

Berhati-hatilah dengan penampilan orang lain yang mengesankan. Jangan terlalu cepat memercayakan harta atau diri kepada orang yang memiliki kata-kata menarik hati. Berilah waktu pada diri untuk berelasi dan memeriksa kondisi hati orang itu yang sesungguhnya. Ketergesaan dalam memercayai orang lain adalah langkah awal masuk ke dalam jerat penipuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *