Renungan Berjalan bersama Tuhan

Terus Mencari Firman Tuhan

Terus Mencari Firman Tuhan

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan” (Amsal 16:20)

Ketika kita menjalani kehidupan masing-masing, setiap orang pasti mempunyai fokus perhatiannya sendiri-sendiri, perhatian dalam menjalani kehidupan ini. Perhatian tersebut ada sejak kita dilahirkan dan terus bertumbuh ketika kita semakin besar dan dewasa. Rasa ingin tahu yang ada di dalam diri kita menuntut untuk mengenali semua lingkungan yang ada di sekitar kita. Rasa ingin tahu itu berkembang menjadi jendela yang menghantar segala data masuk ke dalam gudang memori kita. Gudang memori kita sejak awalnya kosong dan ternyata tidak bisa dibiarkan kosong. Kekosongan itu menuntut pengisian sehingga sejak anak-anak bertumbuh, rasa ingin tahunya sangat besar. Dari sinilah, rasa ingin tahunya berkembang terus dan akhirnya menuntut adanya “perhatian”.

Apa yang dimaksud dengan “perhatian” di sini? Yaitu sikap hidup yang menuntut seseorang mengonsentrasikan dirinya untuk memenuhi apa yang diinginkan. Jadi “perhatian” itu pasti membutuhkan tenaga, pikiran, perasaan, kehendak, nafsu, waktu, kekuatan, dan biaya. Sebagai contoh, pada saat kita memperhatikan pekerjaan kita sehari-hari, hal itu pasti sangat membutuhkan konsentrasi, bukan? Demikian pula pada saat Tuhan mengaruniakan anak-anak dalam keluarga kita, mereka pasti menuntut perhatian tersendiri, yang membutuhkan konsentrasi penuh sampai mereka dewasa. Hidup kita banyak menuntut perhatian.

Amsal mengingatkan bahwa dari sekian banyak perhatian, perlu adanya perhatian terhadap firman Tuhan. Orang yang memberikan perhatian pada firman Tuhan akan mendapatkan kebaikan. Memperhatikan firman Tuhan berarti mengerti apa yang dikatakan firman itu dan kemudian menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan kata lain, ia mau terus belajar menjalani firman Tuhan itu secara nyata dalam hidupnya. Orang yang demikian akan mendapatkan kebaikan, yakni pengalaman-pengalaman hidup yang benar-benar merasakan pimpinan Tuhan. Selalu ada sukacita dan jalan keluar dari semua pergumulan hidup kita. Firman Tuhan itu sendiri yang akan menuntun langkah, pikiran, perasaan, dan kehendak kita pada jalan yang benar. Itulah sebabnya, Amsal mengaitkan perhatian pada firman Tuhan dan sikap percaya kepada-Nya. Perhatian pada firman harus berjalan seiring dengan sikap percaya kepada Tuhan. Jika kita melakukannya, kita menjadi orang yang berbahagia. Memberi perhatian pada firman Tuhan akan menguatkan kita pada waktu mengalami kesulitan atau tantangan hidup yang berat. Firman Tuhan akan menolong kita di kala kita mengalami kedukaan, beban berat, ancaman, kesulitan, dan masih banyak lagi hal yang membuat kita bisa putus asa dan kehilangan harapan. Firman Tuhan akan memberikan jalan keluarnya. Dengan demikian, kita akan mendapatkan kebaikan. Tuhan sendiri yang akan bekerja  menolong kita, percayalah! Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah aku supaya dalam hidupku aku terus memperhatikan firman Tuhan. Biarlah firman Tuhan menjadi kebutuhan pokok dalam hidupku. Pimpinlah saat teduhku setiap hari untuk terus mencari firman Tuhan.
  2. Tuhan, sertailah kami sebagai gereja agar semua anggota jemaat terus mencari firman Tuhan dalam hidupnya sehari-hari. Pimpinlah saat teduh mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, dan sampai jemaat yang lanjut usia, supaya mereka semua setia mencari firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *