Khotbah Perjanjian Baru

The Miracle of Life Change

Yang terakhir… mengenakan manusia yang baru. Mengenakan manusia baru berarti mengenakan manusia masa depan yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Inilah perubahan itu, Saudara. Hidup yang berpusat pada hubungan dengan Kristus. Kristus akan terpancar dalam bagaimana kita melakukan pekerjaan atau pelayanan, bagaimana kita mengelola pernikahan atau menjalani kehidupan lajang, dan bagaimana kita mengasuh anak-anak kita. Pada kenyataannya, bagaimana kita hidup, apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita rasakan semuanya akan diarahkan oleh hubungan baru kita dengan Kristus. Dan sekali lagi, ini adalah sebuah proses yang terus-menerus berlangsung sampai kita dipanggil Tuhan.

Perubahan adalah masalah pelatihan rohani, bukan berusaha dengan keras. Apakah artinya itu? Saya ingin memberikan gambaran seperti ini, Saudara. Anggap saja bulan depan adalah bulan Agustus. Biasanya pada bulan Agustus banyak diadakan lomba. Karena Saudara dulu pernah menjadi juara tenis meja, pada Agustusan kali ini Saudara mendaftar ikut lomba tenis meja. Saudara sangat bersemangat karena disediakan hadiah: ada sepeda motor, ada televisi, ada kipas angin, dll walaupun sudah puluhan tahun Saudara tidak pernah lagi bermain tenis meja. Pada saat hari “H”, Saudara apakah pasti menang? Belum tentu, walaupun Saudara bekerja dengan keras pada saat lomba. Saya mengalami, Saudara. Waktu masih muda saya memang suka bermain tenis meja. Puluhan tahun tidak pernah bermain tenis meja, begitu bermain… memukul bola saja meleset-meleset. Kalaupun kena, bolanya menyangkut net atau keluar lapangan. Jadi, kalau Saudara mau mengikuti lomba, apakah Anda akan langsung ikut lomba dengan bekal usaha yang keras? Pasti Anda memerlukan pelatihan yang terprogram dengan baik sebelum hari lomba diadakan. Inilah yang dimaksud oleh Paulus bahwa perubahan itu sebuah proses.

Nah, sekarang, bagaimana menerapkan proses perubahan ini dalam kehidupan kita, Saudara? Paulus sendiri memberikan contoh. Mari kita lihat contoh di ayat ke-28: Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Mari kita perhatikan ayat ini. Siapa awalnya orang yang disebut sebagai contoh oleh Paulus dalam ayat ini? Ya, dia adalah pencuri, orang yang mencuri. Manusia lama dia adalah pencuri. Saya mengandaikan, orang seperti itu bisa kita beri nilai -10. Apa nasihat Paulus selanjutnya? Orang yang mencuri, tidak mencuri lagi. Posisi orang itu berubah dari nilai -10 menjadi 0. Saya mau tanya… orang ini sudah mengalami perubahan atau belum? (Jemaat menjawab, “Sudah.”). Sudah. Orang ini tadinya mencuri, sekarang tidak mencuri lagi. Ada perubahan. Walaupun sudah mengalami perubahan, apakah perubahan itu berhenti hanya sampai di situ? Tidak. Firman Tuhan katakan, “Engkau harus bekerja keras.” Orang ini mengalami perubahan lagi, bukan? Dari tidak mencuri menjadi bekerja. Nilainya dari nol menjadi +10. Berhenti hanya sampai di situ? Tidak. Mujizat perubahan itu terjadi lagi. Sudah bekerja itu sudah lebih bagus daripada tidak bekerja. Tetapi, firman Tuhan katakan, “Engkau harus bekerja dengan tanganmu sendiri.” Ini artinya bahwa engkau harus bekerja dengan keringatmu sendiri bukan dengan memeras orang lain. Sampai di sini ada perubahan lagi. Nilainya +20. Tuhan ternyata tidak berhenti hanya sampai di sini. Setelah engkau bekerja dengan tanganmu sendiri, engkau mendapat sesuatu (penghasilan). Nilainya jadi +30. Pendapatannya tidak dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang yang berkekurangan. Nilainya +40. Bagian terakhir ini merupakan mujizat terbesar, Saudara. Bila Saudara melihat perubahan-perubahan ini hanya sebagai perubahan biasa, Saudara tidak akan bersyukur. Tetapi Paulus katakan, perubahan-perubahan itu adalah mujizat-mujizat yang terjadi. Dari orang yang tadinya mencuri berubah menjadi orang yang memberi. Ini mujizat, Saudara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *