Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tidak Asal Menghakimi

Tidak Asal Menghakimi

oleh: Pdt. Nathanael Channing

Matius 7:1-5

Apa yang sering kita lihat dalam relasi antarsesama, baik dalam pekerjaan, keluarga, bermasyarakat, maupun pelayanan? Secara umum, setiap orang mempunyai kecenderungan untuk membenarkan diri daripada menyalahkan diri, bukan? Secara otomatis rupanya pola hidup tersebut sudah diturunkan sejak zaman Adam dan Hawa. Setelah jatuh dalam dosa, manusia selalu membenarkan dirinya sendiri dan menyalahkan pihak lain, termasuk menyalahkan Allah. Manusia tidak sungkan-sungkan membenarkan dirinya di tengah kesalahan yang seharusnya diungkapkannya. Betapa sulitnya hanya untuk mengakui bahwa mereka salah dan sudah memakan buah terlarang itu! Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular yang memperdayanya sehingga ia memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Tuhan itu. Mengapa mereka menghindar dalam menyalahkan diri sendiri? Karena kesalahan itu mengandung konsekuensi yang sangat besar sehingga mereka tidak berani menanggungnya.

Pola hidup yang saling menyalahkan itu sudah diturunkan sejak manusia ada di dalam dunia ini dan jatuh ke dalam dosa. Pada saat seseorang menyalahkan orang lain, maka saat itulah ia sudah membenarkan dirinya sendiri. Itulah pola hidup yang saling menghakimi. Orang yang selalu menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri sudah memberlakukan dirinya sebagai hakim yang benar dan menyalahkan pihak lain sebagai pihak yang tertuduh. Di situlah ia telah melakukan kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *