Renungan

Tindakan yang Memberkati

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Amsal 16:2

Selepas kematian istrinya, seorang pria rajin mengunjungi makam sang istri setiap pagi dan sore. Hal itu sudah berlangsung selama kurang lebih sebulan. Para tetangga terharu dengan kesetiaan sang suami mengunjungi makam istrinya yang berjarak tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Suatu hari seorang tetangga memutuskan untuk menemani pria yang duduk di sebelah makam istrinya. Ia memperhatikan bahwa di tengah udara yang panas itu, pria tersebut justru mengipas-ngipas makam istrinya. Ia pun memberanikan diri dan bertanya, “Saya sungguh kagum dengan kesetiaan Bapak mengunjungi makam istri Bapak.” Pria itu pun menjawab, “Saya hanya menaati amanat istri saya sebelum meninggal.”

“Apa amanat istri Bapak sebelum meninggal. Apakah ia juga meminta Bapak mengipasi makamnya?” tanya tetangga itu. Pria itu menjawab, “Istri saya berpesan, ‘Jangan sampai kamu kawin lagi sebelum kering tanah kuburanku!’”

Kita kerap kali menilai tindakan seseorang hanya berdasarkan apa yang tampak di depan mata. Padahal nilai sebuah tindakan juga menyangkut aspek yang tak terlihat, yakni motivasi.

“Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Amsal 16:2). Amsal ini adalah peringatan bagi kita. Jangan berpikir bahwa tidak ada yang mengetahui motivasi yang ada di hati dalam melakukan suatu tindakan. Tuhan itu mahatahu. Mari datang dengan segala motivasi yang ada di dalam hati agar Tuhan yang menyelidiki dan mengoreksi.

Bersihkan hati sebelum beraksi agar tindakan kita memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *