Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tonggak Jemaat Berdiri

Tonggak Jemaat Berdiri

oleh: Pdt. Nathanael Channing

Ibrani 9:11-28

Allah adalah Allah yang senantiasa memelihara kehidupan Jemaat-Nya dengan sempurna. Pemeliharaan-Nya itu bukan hanya meliputi mencukupi segala kebutuhan hidup kita, memberkati pekerjaan kita atau memberikan kesehatan yang prima, melainkan juga mencakup melindungi jemaat dari ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Tanggal 31 Oktober 1517 merupakan hari Reformasi Gereja untuk kembali pada ajaran yang berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Martin Luther, Bapak Gereja Reformasi, dipakai oleh Tuhan untuk membawa ajaran gereja kembali pada fiman Tuhan. Hanya berdasarkan firman Tuhan—Sola Scriptura—kebenaran dan ajaran gereja dibangun. Apa yang dikatakan Alkitab tentang keselamatan manusia, itu yang harus menjadi pegangan doktrin keselamatan, yakni “Hanya karena kasih karunia Allah kamu dapat diselamatakan, bukan karena perbuatan baik manusia”. Paulus berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8)—Sola Gracia. Oleh karena itu, setiap orang yang percaya, yang beriman bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, satu-satunya Tuhan yang mengampuni dosa manusia, yang telah mati dan turun ke dalam kerajaan maut, bangkit, dan hidup kembali, menjadi Tuhan atas orang yang hidup dan yang mati, maka ia telah memperoleh keselamatan itu dengan cuma-cuma. Roma 10:9 berbunyi, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”—Sola Fide. Itulah yang kembali ditegakkan oleh Martin Luther bahwasanya kita diselamatkan hanya melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Apa yang dapat kita refleksikan dari refomasi gereja itu? Jelas Martin Luther kembali mengingatkan gereja untuk terus memegang konsep keselamatan yang benar, yakni sola gracia, sola fide, sola scriptura. Dengan kebenaran ini maka gereja berdiri, ada, dan bersekutu dalam ibadah yang benar. Gereja ada karena pengurbanan Tuhan Yesus, yang menjadi Tuhan dan Juru Selamat kita. Penulis Ibrani mengungkapkan, “Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” (Ibrani 9:14). Penulis Ibrani menyatakan dengan jelas bahwa jika kita bisa beribadah kepada Allah yang hidup, hal itu karena sudah dibayar dengan sangat mahal dan tidak dapat dinilai dengan apa pun di dunia ini. Mengapa? Karena bayaran yang harus disetorkan kepada Allah Bapa untuk menebus manusia berdosa adalah “darah yang tidak bercacat”! Dengan demikian, ketika kita bisa beribadah kepada Allah dalam persekutuan jemaat, yakni gereja-Nya, hal itu bisa terjadi karena telah dibayar dengan darah Kristus yang menetes dari atas kayu salib. Maka dari itu, keberadaan kita benar-benar dalam sola gracia—hanya melalui anugerah Allah kita bisa berada dalam persekutuan jemaat. Kita bersekutu bersama dalam iman yang satu, yaitu Yesus Kristus—yang menjadi Tuhan dan Juru Selamat kita secara pribadi, sola fide. Hanya karena iman, percaya, dan menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, maka kasih karunia itu menjadi bagian dalam hidup kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *