Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tugas Penasihat

Tugas Penasihat

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak” (Amsal 15:22)

Semua pasti setuju untuk mengatakan bahwa dalam hidup ini seseorang harus mempunyai rencana. Apa yang akan dicapai di tahun ini atau lima tahun mendatang atau yang lebih panjang lagi, yakni harapan di masa mendatang. Orang yang mempunyai perencanaan yang baik, pasti memulainya dengan membuat rencana jangka panjang dan jangka pendek. Rencana jangka panjang adalah cita-cita yang tidak dapat dicapai dalam waktu satu hari atau satu tahun. Sedangkan rencana jangka pendek dapat dikerjakan dalam satu hari, seminggu, satu bulan, atau setahun. Orang yang mempunyai rencana dalam hidupnya adalah orang yang tahu apa yang akan dikerjakannya hari ini dan seterusnya. Begitu bangun tidur, maka ia sudah tahu apa yang harus dilakukan; bukan seperti orang yang bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana ia harus pergi.

Amsal mengingatkan bahwa orang gagal dalam hidupnya karena sama sekali tidak mempunyai rencana bagi dirinya sehingga ia tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Sebaliknya, orang yang  mempunyai rencana yang baik bagi dirinya akan menjadi orang yang berhasil dalam hidupnya. Persoalannya sekarang adalah bagaimana membuat rencana yang baik? Jika rencana itu dibuat menurut kehendak hatinya sendiri, padahal ia memiliki anggota keluarga, rekan-rekan dalam perusahaannya, atau tinggal bersama banyak orang, ia pasti akan gagal juga. Mengapa? Karena ia tidak pernah melibatkan orang lain dalam perencanaannya itu, semua ia pikirkan dan kerjakan sendiri. Kalau ia memiliki sebuah keluarga, rencana itu tidak pernah dibagikannya kepada anggota keluarganya. Jika ia seorang suami, ia tidak pernah membagikan rencananya kepada istrinya atau  anak-anaknya. Jika ia seorang pemimpin atau pekerja dalam perusahaan ataupun dalam pelayanan, ia tidak pernah memberitahukan rencananya itu kepada yang lain. Bisa juga ia memberitahukan rencananya, tetapi tidak mau menerima masukan dari pihak lain. Maka dari itu, rencananya bisa gagal. Mengapa? Menurut Amsal, orang tersebut tidak mau menerima pertimbangan dari orang lain yang lebih berpengalaman.

Bagi Amsal, sebuah pertimbangan itu sangat penting dalam melaksanakan sebuah rencana. Melalui pertimbangan, seseorang dapat memberikan beberapa sudut pandang yang semakin menyempurnakan sebuah perencanaan. Kehadiran penasihat akan memberikan arahan dan tujuan yang semakin sempurna. Jika ada kelemahan dari rencana tersebut, penasihat dapat mengingatkan dengan memberikan pertimbangan. Itulah pentingnya para penasihat yang dapat memberikan pertimbangan yang lebih matang. Kesuksesan perencanaan dan pekerjaan seseorang dapat dicapai ketika mendapatkan banyak nasihat. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah aku dalam menatap masa depan. Ajarlah aku untuk terus berusaha mempunyai dan membuat perencanaan yang benar, baik untuk pribadi maupun dalam keluarga, terlebih lagi dalam pekerjaan. Karena tanpa perencanaan, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Berilah hikmat dalam diriku untuk mampu membuat rencana dan melakukan pekerjaan dengan baik.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja dan mampukan kami membuat perencanaan pelayanan dengan benar, baik perencanaan jangka panjang maupun jangka pendek. Perencanaan yang memenuhi visi dan misi gereja di tengah-tengah dunia ini. Utuslah anak-anak Tuhan yang Engkau beri hikmat agar mampu membuat perencanaan bagi kehidupan gereja, juga para penasihat yang mempunyai hati yang takut akan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *