Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Tuhan adalah Damai: Dinamika Iman Gideon

Tuhan adalah Damai: Dinamika Iman Gideon

Hakim-hakim 6:11-24

Ps. Dave Rindy Hatoguan

Saudara-saudara kita semua tahu dan tidak asing dengan sebuah pepatah pengalaman adalah guru yang paling berharga, tetapi faktanya ada harga terlalu mahal untuk kita alami sendiri. Oleh karena itu Alkitab penuh dengan kisah perjalanan seseorang dengan Tuhan. Selain kita dapat melihat rencana Allah untuk penebusan umat pilihan-Nya, melalui kisah dalam Alkitab kita juga dapat melihat orang yang dipanggil-Nya mengalami jatuh dan bangun. 

Dalam kisah jatuh bangun seorang tokoh Alkitab mengikuti rencana Allah, kita juga dapat belajar dari kisah itu, karena semestinya itu bukan tentang kisah tokoh tersebut melainkan kisah Tuhan yang melibatkan manusia dalam sebuah rencana-Nya yang begitu agung dan mulia.

Oleh karena itu kisah Tuhan selalu dirancang untuk terhubung dengan kisah kita. Karena kisah-Nya, kisah-kisah kita menjadi masuk akal, memiliki makna, dan berlanjut hingga kekekalan, dan melalui kisah yang pernah dicatat dalam Alkitab kita dapat belajar dan tidak perlu melakukan kesalahan serupa yang berpotensi membuat kita justru kehilangan damai sejahtera, namun kita dapat memahami bahwa Allah adalah sumber damai yang sejati, karena Dialah God of Peace

Dari pembacaan Firman yang telah kita baca setidaknya ada 3 hal penting yang perlu untuk kita renungkan

  1. Tuhan mendidik umat-Nya dengan membiarkan mereka menanggung konsekuensi dari dosa ( Hakim-Hakim 6:13  )

Selama 40 tahun di bawah kepemimpinan hakim-hakim sebelum Gideon yaitu Debora bangsa israel mengalami situasi yang aman dan kondusif namun keadaan itu tidak berlangsung selamanya, hal ini disebabkan Israel mudah untuk tidak setia kepada Tuhan dan melakukan yang jahat di mata Tuhan. Mereka menyingkirkan Tuhan, mereka tidak beribadah lagi kepada Tuhan dan menyembah allah-allah palsu

Akibatnya selama 7 tahun mereka kehilangan damai sejahtera dan kenyamanan Pada saat itu mereka terus dirongrong orang Midian. Mereka mengalami kesusahan, kehilangan kenyamanan, kehilangan damai sejahtera, dan kehilangan kemerdekaan hidup. Mereka diperbudak dan diancam oleh orang Midian dan orang Amalek. Setelah itu mereka berteriak memanggil Allah.

Keadaannya sangat buruk sehingga orang-orang Israel terpaksa bersembunyi di goa-goa dan  tempat pengirikan anggur. Setiap kali orang Midian melihat bahwa orang Israel menanam di ladang, mereka akan menyerang dan menghancurkan hasil tanah orang Israel sehingga orang-orang Israel kelaparan dan mereka terjebak dalam ketakutan.

Bayangkan jika anda pernah mengalami hutang, dan anda dikejar oleh dept collector, mungkin perasaan ini mirip jika anda pernah memiliki hutang yang belum anda lunasi, dan pada akhirnya anda merasakan gelisah, ketakutan dan merasa terintimidasi. Perasaan inilah yang dirasakan Gideon dan orang Israel di masa itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *