Khotbah Perjanjian Baru

Tuhan Kabulkan Permintaan

Oleh: Pdt. Budianto Lim

1 Yohanes 5:13-15

Saya mau melakukan survey verbal, tolong jemaat jawab lalu beritahu ke rekan di sebelah kanan dan kiri.
  • “Apakah doa penting dalam hidup?” Umumnya semua jawab: “ya, penting”.
  • “Benar gak kalau doa itu nafas orang beriman?” Biasanya bakal dijawab “Amin! Doa adalah nafas hidup”
  • Pertanyaan lebih praktis — “Seberapa sering Anda berdoa?” “Berapa kali?” – Ada yang jawab “Tiap hari”, “3x, waktu mau makan. Kadang 5x, ditambah bangun tidur dan sebelum tidur”.

Atau ada yang jawab “Oh saya gak pernah hitungin frekuensi doa saya” (itu bisa jadi dia gak pernah ingat doa, atau beneran tiap saat dia doa).

  • Selanjutnya “Apakah Anda mengalami kepuasan ketika berdoa?”… orang Kristen yang jujur akan jawab “Tidak selalu” atau “Tidak terlalu puas”.
  • “Apakah Anda alami hadirnya Tuhan seperti Ia duduk di hadapanmu ketika berdoa?” Pertanyaan yang lebih abstrak namun menguji iman. Umumnya orang Kristen menjawab “kadang-kadang” atau “tidak terlalu sering”. Ungkapan lain yang sering dilontarkan dengan jujur “doa seperti bicara ke udara atau ke tembok, tidak ada figur yang langsung menjawab”.

Jemaat Tuhan, apakah kita orang Kristen ateis atau bukan, validasi utama terkandung dalam tema hari ini. Kita semua punya ‘knowledge’ bahwa doa itu penting. Kita juga sudah memiliki ‘approval of that knowledge’ melalui kesaksian-kesaksian atas doa yang mengubahkan. Aspek ketiga “trust”, banyak orang Kristen masih gagal.

Tindakan berdoa = Trust. Ini bukan tindakan yang buta. Apakah kita orang Kristen tapi ateis secara praktis dalam kehidupan doa kita? Apakah GPBB gereja Kristen tetapi ateis praktis dalam dedikasinya berdoa? Kita bersyukur karena banyak pokok doa bertebaran dalam grup WA dalam beberapa waktu terakhir ini. Apakah ini terjadi karena gereja ada program besar, seperti retreat jemaat? Semoga tidak.

Masih ada orang2 Kristen yang berpikir logis demikian:

Jika Tuhan Allah Maha Tahu, berarti segala kebutuhan kita sudah diketahui-Nya. Jika Tuhan Allah Maha Kasih, berarti Ia pasti memberikan kita segala kebutuhan itu tanpa kita memintanya. Maka kita gak perlu berdoa, karena Bapa Surgawi adalah Bapa yang sempurna pasti penuhi dan kabulkan semua kebutuhan kita. Implikasi pikiran logis tersebut tidak mau doa, merasa tidak bisa doa, merasa gak perlu doa, merasa malu ketika diminta pimpin doa, doa tidak mau buka suara, dan lain sebagainya.

Bagaimana seharusnya seorang Kristen berdoa sehingga dikabulkan oleh Tuhan? Kita membaca 1 Yoh 5:13-15 dengan berdiri. Coba jemaat perhatikan ayat 14-15.

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan (hears) doa kita,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *