Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tuhan Membela Orang Lemah

Tuhan Membela Orang Lemah

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. Sebab Tuhan membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.” (Amsal 22:22-23)

Apa yang umumnya kita jumpai di tengah masyarakat berkaitan dengan orang lemah dan orang kuat? Bukankah orang “kecil” selalu mengalami ketidakberdayaan dibandingkan dengan orang “besar”? Sebagai contoh, orang yang naik sepeda tidak dapat mengalahkan orang yang naik sepeda motor, demikian pula dengan orang yang naik sepeda motor tidak dapat mengalahkan orang yang naik mobil. Semakin besar kendaraan itu, semakin benda itu menjadi raja jalanan.

Hal yang sama juga terjadi di dunia bisnis. Yang memiliki modal besar akan merajai seluruh kekuatan bisnis. Ia yang akan memainkan harga, bahkan ia bisa membuat pedagang-pedagang kecil guling tikar, bangkrut, dan mati dalam bisnisnya. Sebagai contoh, seorang bernama George Soros dapat mempermainkan nilai tukar mata uang seluruh dunia. Orang kecil hanya menikmati dampak yang pahit karena harga-harga yang melambung tinggi, bahkan harga barang kebutuhan pokok bisa tidak terjangkau hanya karena ulah “orang-orang besar” yang hanya mau mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri.

Amsal mengingatkan agar kita jangan merampasi orang lemah. “Merampasi” artinya mengambil hak orang lain dengan paksa atau dengan sengaja melalui cara yang halus atau kasar. Yang paling mudah memang merampasi orang-orang kecil karena mereka tidak mampu membela diri, mereka hanya bisa berteriak-teriak namun tidak mampu berjuang untuk memerdekakan dirinya sendiri. Jika hendak merampasi “orang besar”, kita harus berpikir beribu-ribu kali karena kita malah bisa dihancurleburkan oleh “orang besar”. Mengapa? Karena mereka mempunyai kekuatan yang luar biasa.

Amsal juga mengingatkan kita agar jangan menginjak-nginjak orang yang berkesusahan. Mereka susah karena tidak mampu, tidak mempunyai pekerjaan tetap, atau sedang mengalami musibah. Orang yang sedang mengalami kesusahan biasanya malah menyusahkan orang lain karena ia tidak memiliki jalan keluar selain bergantung kepada orang lain. Ia akan meminta-minta terus untuk menyambung hidupnya. Bukankah sikap ini sangat merepotkan orang lain? Apa yang harus kita lakukan untuk mereka? Bukankah mereka juga saudara kita? Amsal mengingatkan agar jangan menginjak-nginjak mereka di pintu gerbang.

Fungsi pintu gerbang adalah untuk pengaduan, untuk menegakkan suatu perkara kepada para tua-tua. Oleh karena itu, orang yang susah, orang kecil yang tidak berdaya jangan sampai dibawa ke pengaduan para tua-tua. Jangan sampai hak mereka diinjak-injak karena mereka tidak mampu. Amsal mengingatkan bahwa Tuhan berada di pihak yang lemah, kecil, dan tidak berdaya. Nantinya Tuhan sendiri yang akan membela mereka yang diperlakukan tidak adil dan ditindas oleh orang yang lebih besar daripada mereka. Bahkan dengan keras Amsal menyatakan bahwa Tuhan akan mengambil nyawa mereka yang menindas orang lemah. Tuhan akan menyatakan hukuman-Nya, termasuk sampai pada kematian. Tuhan ingin semua umat-Nya hidup saling menolong dan bukan menindas. Saling mengasihi dan bukan merampasi. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *