Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tulah Tuhan Berakhir

Tulah Tuhan Berakhir

Keluaran 11:1-10

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Betapa mengerikan kalau kita bertemu dengan seorang pemimpin yang diktator, keras kepala, dan tidak mau mendengarkan nasihat dan suara orang lain! Seperti itulah gambaran Firaun ketika memerintah bangsa Mesir. Lima tulah sudah dijatuhkan kepada bangsa Mesir, tetapi Firaun tetap keras kepala. Dia tidak mau melepaskan bangsa Israel untuk beribadah kepada Allah. Karena kekerasan hatinya itulah Allah kemudian menjatuhkan tulah hingga genap sepuluh tulah: penyakit barah atau bisul, hujan es, belalang, gelap gulita, dan yang terakhir adalah kematian anak sulung (Keluaran 9:8-12:41).

Tulah yang dialami bangsa Mesir cukup panjang dan dewa dewi Mesir tak mampu menyelamatkan mereka. Allah yang mahakuasa telah memusnahkan kepercayaan mereka menyembah allah-allah palsu yang tidak dapat memberikan kehidupan, apalagi keselamatan, kepada orang-orang  yang  menyembahnya. Hukuman paling keras yang mereka alami adalah kematian anak sulung pada manusia maupun binatang. Mengapa anak sulung? Anak sulung dianggap sebagai anak dewa dan dipercaya sebagai penerus dewa-dewa yang mereka sembah. Oleh karena itulah anak sulung selalu dipersembahkan kepada para dewa. Manusia ataupun binatang, semuanya menjadi milik dewa kesulungan yang memelihara kelangsungan hidup mereka. Melalui tulah kesepuluh, kematian anak sulung menjadi penanda matinya seluruh dewa dewi mereka. Dengan adanya peristiwa ini, seluruh kepercayaan dan pegangan hidup mereka runtuh.

Di sini kita dapat melihat bahwa Allah benar-benar ingin memusnahkan semua bentuk kepercayaan palsu yang ada di dunia ini. Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia agar mereka dapat membuktikan mana Allah yang benar dan mana yang palsu. Kepercayaan manusia terhadap allah palsu telah membutakan mereka sehingga tak lagi mampu mengenali Allah yang benar yang memberikan keselamatan dengan jaminan yang pasti. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, kami bersyukur karena di tengah-tengah ketidakmampuan kami mengenal Allah yang sejati, Engkau sendiri yang berinisiatif menyatakan diri-Mu. Tidak hanya menyatakan diri, tetapi juga bertindak dengan karya nyata yang dapat dilihat dan disaksikan oleh kami, manusia yang terbatas. Terpujilah Engkau Tuhanku yang telah menyelamatkan kami.
  2. Tuhan, pimpinlah pelayanan kami supaya di mana pun kami berada, pelayanan kami selalu menguatkan semua orang untuk semakin percaya kepada Allah yang benar. Kiranya Roh Kudus-Mu senantiasa memimpin pembinaan-pembinaan gereja, pengajaran-pengajaran doktrinal yang benar supaya jemaat benar-benar mengenal siapa Allah mereka. Berikanlah kerinduan kepada seluruh anggota jemaat untuk mempelajari firman Tuhan dengan baik sehingga kehidupan jemaat terus diperlengkapi dan menjadi berkat di tengah dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *