Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tulah Tuhan Tiba

Tulah Tuhan Tiba

Keluaran 7:1-13

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Bencana alam dapat datang dengan tiba-tiba tanpa direncanakan dan tentunya tak diinginkan. Betapa mengerikan kalau bencana alam benar-benar terjadi di dalam hidup kita. Tentunya ada berbagai alasan yang dapat diselidiki jika bencana alam terjadi. Kehidupan orang-orang yang menjadi korban bencana sangat memprihatinkan. Pakaian dan bahan makanan menjadi sulit didapat, tempat berteduh tak lagi nyaman untuk ditinggali, pekerjaan hilang, penyakit mulai berjangkit, dan sebagainya. 

Peristiwa yang sama menimpa bangsa Mesir ketika mereka melawan Allah. Bangsa Mesir mengeraskan hati dan tidak mau mendengarkan suara hamba-Nya, Musa. Perintah-Nya kepada bangsa Mesir untuk membiarkan umat-Nya, bangsa Israel, beribadah kepada Allah selalu ditentang. Oleh karena itu, Allah menjatuhkan “tulah” atau “hukuman”.  Tulah pertama adalah air menjadi darah. Semua tempat yang bermata air atau berair berubah menjadi darah. Kemudian dilanjutkan dengan tulah bermunculannya katak, nyamuk,  lalat pikat, dan penyakit sampar. Semua tulah itu menjadi bencana nasional yang benar-benar membuat seluruh rakyat Mesir sengsara (Keluaran 7:14-9:7).

Apa sebenarnya maksud dari semua tulah itu? Kalau kita lihat latar belakang seluruh kejadian itu, sebenarnya semua itu terjadi karena ketidaktaatan manusia kepada Allah. Allah sudah mengingatkan berkali-kali sebelum menjatuhkan tulah. Dia tidak pernah memberikan hukuman tanpa peringatan atau pemberitahuan. Allah sudah berkali-kali datang dan berdialog dengan manusia, dalam kasus ini adalah dengan Firaun. Ketika manusia tidak mendengarkan, Allah menyampaikan ajaran dan didikan dalam bentuk lain supaya mereka sadar sepenuhnya bahwa Allah berkuasa atas seluruh alam semesta. Dengan tulah itu, sebenarnya Allah ingin mengingatkan bangsa Mesir untuk bertobat kepada Allah yang benar, yang hidup, dan yang berkuasa atas alam semesta ini, dan terutama Allah yang menyelamatkan umat manusia. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur untuk anugerah keselamatan yang Engkau berikan. Terima kasih karena setiap kali aku jauh dari-Mu dan menyimpang dari kebenaran, Engkau selalu mengingatkanku. Hukuman-Mu adalah hukuman yang selalu memulihkan kembali manusia ke jalan yang benar.
  2. Tuhan, ajarlah kami mempunyai kepekaan terhadap peringatan-peringatan-Mu sehingga apa yang kami kerjakan dalam pelayanan bukan atas dasar kemauan diri sendiri atau untuk kepentingan diri sendiri. Kiranya Roh Kudus-Mu menuntun pelayanan dan pengembangan pelayanan yang sedang kami gumulkan. Pelayanan yang memberikan dampak kebenaran dan kebaikan bagi orang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *