Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tutup Buka Atau Buka Tutup

Tutup Buka Atau Buka Tutup

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Yesaya 25:6-12

Saat ini kita sudah memasuki pertengahan tahun. Umumnya pada bulan ini banyak orang melakukan evaluasi pekerjaan atau pelayanan yang sudah dilakukan enam bulan yang lalu, dan kembali akan melangkah ke enam bulan mendatang. Evaluasi ini penting untuk memperbaiki apa yang kurang dalam perjalanan enam bulan yang lalu dan masih ada kesempatan memperbaiki untuk enam bulan ke depan. Dengan demikian, tujuan yang dicapai akan maksimal. Apa sajakah yang sudah kita lakukan, kerjakan, dan alami sampai pertengahan tahun ini? Tentunya sangat beragam jawabannya, tergantung dari siapa diri kita dan apa peran kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau dalam masyarakat.

Orang yang sudah “jenuh” dalam menghadapi hidup ini mungkin akan berkata, “Tidak ada bedanya mau akhir bulan atau awal bulan, bahkan tutup tahun atau buka tahun (Tahun Baru) … buka tutup itu sama saja … saya sudah bosan menjalani hidup ini!” Mengapa jawaban itu demikian? Karena selama ini tidak ada yang dikerjakannya dengan baik, ia selalu menemui kegagalan. Apa yang diharapkannya tidak pernah kunjung terwujud, bahkan beban hidup semakin berat, apalagi jika mengidap sakit penyakit yang cukup lama. Harapan sembuh masih jauh sehingga hidup ini dijalani hanya dengan merasakan penyakitnya itu saja. Sudah tidak ada gairah dan sukacita lagi karena pergumulan-pergumulan itu tak kunjung habis.

Berbeda dengan orang yang mempunyai aktivitas yang padat, pekerjaan menumpuk, bahkan mengharapkan andai saja ada hari kedelapan karena tujuh hari bekerja terasa tidak cukup. Mungkin orang yang demikian akan menjawab, “Tutup buka bulan sampai tutup buka tahun itu terasa berjalan begitu cepat … rasanya perjalanan dunia ini sudah mendekati kiamat! Masih banyak harapan yang belum tergapai, tetapi waktu begitu cepat berlalu. Baru saja buka tutup tahun ternyata tak terasa sudah buka tutup tahun lagi … andai memungkinkan, ia berharap jika sudah mengawali membuka awal bulan sebaiknya tidak perlu ada tutup bulan lagi karena pengalaman yang lalu memberikan keuntungan yang besar! Jadi, kalau sudah ditutup memang harus dibuka, tetapi jika sudah dibuka sebaiknya tidak ditutup lagi!

Persoalan yang mengemuka sebenarnya bukan masalah tutup buka atau buka tutup, melainkan dengan apa kita menutup dan dengan siapa kita membuka? Dengan apa kita menutup dan membuka hari, minggu, bulan, dan tahun? Kalau pertanyaannya adalah dengan apa kita membuka dan menutup, itu pertanda kita diajak untuk mengevaluasi apa saja yang dikerjakan dan dilakukan? Pengalaman-pengalaman apa yang ada setiap hari, minggu, dan bulan? Menyedihkankah? Menyakitkan hatikah? Kedukaankah? Kerugiaankah? Atau berkat-berkat Tuhan yang terus melimpah, atau paling tidak berkat Tuhan yang cukup, tidak kekurangan dan tidak kelebihan. Ada peristiwa-peristiwa yang membawa sukacita, mendatangkan kegembiraan baik pribadi maupun keluarga, yang menyedihkan atau yang menyenangkan, yang merugikan atau yang membawa berkat. Dalam semua kejadian dan peristiwa-peristiwa itu apakah kita menghayati bahwa Tuhan itu tetap Allah yang Imanuel dalam hidup kita. Allah itu tetap menyertai kita, apa pun keadaan kita dengan segala peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita! Jika itu yang terjadi, maka kita akan membuka hari, minggu, bulan, dan tahun bersama dengan Allah Immanuel. Yesaya berkata kepada umat-Nya, “Pada waktu itu orang akan berkata: ‘Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah Tuhan yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!’” (Yesaya 25:9). Tutup dan buka akan silih berganti dan tak henti-hentinya akan terus berjalan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun sampai berabad-abad. Apakah saat membuka dan menutup kita selalu berharap dan menanti-nantikan Tuhan ikut dalam perjalanan hidup kita yang dimulai dari buka sampai tutup? Hanya orang yang menanti-nantikan Tuhan dalam seluruh hidupnya dari buka sampai tutup, yang mendapatkan keselamatan, berkat, dan anugerah Allah! Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *