Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tutup dan Buka

Tutup dan Buka

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kejadian 7:1-21

Kira-kira apa yang kita ingat ketika mendengar kata tutup dan buka? Apalagi kalau kata itu dihubungkan kondisi apa yang sudah ditutup tidak dapat dibuka lagi dan apa yang sudah dibuka tidak dapat ditutup oleh siapa pun? Kita yang pernah mengikuti Sekolah Minggu pasti akan ingat akan peristiwa apa yang menyangkut kata-kata itu. Peristiwa air bah! Manusia pada waktu itu benar-benar memberontak kepada Allah. Suara dari sesame manusia yang mengingatkan dan menegur sudah tidak digubris lagi. Kejahatan semakin berkembang dengan ganasnya. Setiap hari banyak tindak kekerasan yang terjadi. Manusia sudah meninggalkan Allahnya. Dengan demikian, tidak ada jalan lain untuk membereskan semua itu selain Allah menjatuhkan hukuman bagi mereka. Sekalipun dikatakan bahwa Allah itu panjang sabar, tetapi kesabaran-Nya sudah lebih dari cukup!

Bayangkan apa yang terjadi jika Allah mengatakan bahwa kesabaran-Nya sudah berakhir? Saya percaya bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menandingi kesabaran Allah! Namun, jika Tuhan menganggap kesabaran-Nya sudah cukup, dan manusia belum juga mau berubah dan bertobat kepada-Nya, hal itu menunjukkan betapa kerasnya hati manusia yang sudah dikuasai dosa. Hati manusia sudah gelap dan tidak dapat lagi melihat yang benar, yang baik, yang indah, dan yang penuh kasih. Siapa pun yang mengingatkan mereka, sudah tidak didengar lagi dengan baik; bahkan peringatan dari orang-orang yang paling dekat pun sudah tidak dihiraukan lagi! Ia tidak mau berubah dan bertobat dalam hidupnya!

 

Apakah kita pernah mempunyai pengalaman seperti itu? Atau mungkin kita pernah mendengar ada orang lain yang mempunyai pengalaman seperti itu? Atau adakah di antara teman-teman kita, yang sudah ratusan kali diingatkan, tetapi tetap saja tidak mau berubah? Apa yang akan dilakukan oleh Allah jika kesabaran-Nya sudah habis? Allah masih memberikan kesempatan sekali lagi. Alkitab memberikan contoh nyata, yakni melalui kehidupan dan kesaksian Nabi Nuh, seorang hamba Tuhan yang luar biasa! Di tengah lingkungan yang sudah rusak, Nuh sama sekali tidak terpengaruh! Alkitab mencatat bahwa Nuh hidup tidak bercela di hadapan Tuhan. Hamba-Nya yang setia ini dipakai oleh Allah untuk menyuarakan kebenaran dan kasih-Nya kepada orang banyak. Nuh diperintahkan untuk membuat kapal yang superbesar atau bahtera. Semua ukuran dan bahannya sudah lengkap, dengan Allah sebagai arsiteknya. Nuh tinggal menuruti apa yang sudah dirancang dan digambarkan oleh Allah. Sambil membuat kapal itu, Nuh berkhotbah tentang pertobatan. Namun, apa yang terjadi? Sekali lagi tidak ada yang mau mendengarkannya, bahkan ia dianggap sebagai orang gila di zamannya! Akhirnya, Allah sendiri yang turun tangan! Hujan lebat dan banjir besar melanda! Nuh dan keluarganya diperintahkan untuk masuk ke dalam bahtera itu. Lalu, “Tuhan menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh” (Kejadian 7:16). Tuhan sendiri yang menutup pintu bahtera itu. Dia yang menutup, maka Dia juga yang membuka! Tidak ada seorang pun yang bisa membuka kalau Dia sudah menutup! Biarlah peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Allah Bapa kita adalah Allah yang panjang sabar untuk mengasihi dan menyelamatkan kita. Namun, janganlah kita mencobai kesabaran Tuhan. Dengarkan senantiasa suara-Nya! Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *