Renungan Berjalan bersama Tuhan

Ucapan Syukur Hati Kita

Ucapan Syukur Hati Kita

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Mazmur 106:1-12

Pada  saat menghadapi pergumulan yang sangat berat karena bertahun-tahun berperang melawan kanker yang terus menggerogoti levernya, ia tidak memiliki harapan lain selain hanya memandang kepada Tuhan Yesus yang sudah menjadi Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Dalam pergumulan menjelang akhir hidupnya ia benar-benar mendapatkan kekuatan dari Tuhan. Dengan kekuatan itu ia berkata, “Ketika saya hidup susah, saya bisa membuat berbagai macam alasan; ketika ada pergumulan yang berat, saya juga bisa membuat seribu satu alasan; ketika saya berada dalam berbagai macam penyakit yang membawa pada kematian, saya juga bisa membuat banyak alasan;  tetapi saya tidak bisa membuat alasan untuk tidak bersyukur kepada Allah kita, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang senantiasa menyertai kita!”  Itulah kata-kata yang sempat keluar dari sosok hamba-Nya yang setia Eka Darmaputera.

Pemazmur berkata, “Haleluya! Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mazmur 106:1, penekanan kata bercetak miring ditambahkan oleh penulis). “Haleluya”, “Puji Tuhan” merupakan suatu ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Ada alasan yang kuat untuk berterima kasih, yakni bahwa “Sebab Ia baik!” Tuhan itu baik dan kebaikan Tuhan adalah kebaikan yang unconditional, yang tidak tergantung dengan situasi dan kondisi kita. Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, Dia tetap baik.

 

Entah kita sadari atau tidak, bukankah dalam realitas hidup ini kita pernah, bahkan sering kecewa, marah, tidak setia, dan melupakan Tuhan. Bahkan kita bisa berkata bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan dalam hidup kita. Hal itu terjadi karena ada kebutuhan-kebutuhan kita yang terus-menerus kita minta namun belum dikabulkan hingga saat ini. Ada harapan yang besar yang kita cita-citakan namun belum terwujud dan masih ada banyak alasan lainnya. Kita meninggalkan Tuhan, menjauh dari-Nya. Namun, apa yang terjadi? Tuhan tidak pernah meninggalkan kita walaupun kita menjauhi-Nya. Tuhan tidak pernah menutup mata-Nya untuk tidak menatap kita dan senantiasa mengulurkan tangan-Nya yang penuh belas kasihan untuk membawa dan menggandeng kita kembali pada anugerah dan berkat-berkat-Nya yang kekal. Hal itu karena kasih setia-Nya adalah dari kekal sampai pada yang kekal. Kasih setia dan anugerah-Nya tidak pernah meninggalkan kita atau lupa pada keberadaan kita. Itu mustahil terjadi! Terima kasih Tuhan, aku senantiasa bersyukur dan ajarlah aku bersyukur dalam segala situasi, dalam keadaan apa pun yang terjadi dalam hidupku. Puji syukur karena Engkau senantiasa menyertaiku. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku bersyukur dengan ucapan syukur yang benar. Tatkala aku berhasil, sukses, diberkati, sehat, berkecukupan, bahkan berlimpah ruah, bantu aku untuk bersyukur. Dalam keadaan apa pun juga, ajarlah aku untuk bersyukur.
  2. Tuhan, jadikan gereja-Mu menjadi gereja yang penuh dengan ucapan syukur sehingga menjadi saksi yang nyata bahwa Tuhan adalah Tuhan yang Imanuel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *