Renungan Berjalan bersama Tuhan

Yah, Gereja Itu Apa Sih?

Yah, Gereja Itu Apa Sih?

2 Korintus 5:11-19

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Di pagi yang cerah dan penuh semangat seorang bapak mengantar anaknya ke Sekolah Minggu. Dalam perjalanan itu sang anak bertanya, “Ayah, mengapa aku harus ke gereja? Gereja itu apa sih?” Sang ayah beruntung pertanyaan ini baru dibahas di dalam Kursus Alkitab Malam yang diikutinya secara rutin. Lalu dengan cepat dan lugas ia menjawab, “Begini, Nak, menurut buku What Is The Church yang ditulis oleh Duke McCall, gereja itu artinya perekutuan orang-orang beriman yang diciptakan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Di dalam gereja, orang-orang mengalami persekutuan yang akrab. Itulah sebabnya gereja tidak sama dengan perkumpulan lainnya.” Sang ayah melanjutkan dengan ilustrasi tentang acara arisan. Banyak orang berkumpul di waktu dan tempat yang sama, melakukan hal yang sama, tetapi mereka tidak saling kenal. Begitu pula dengan para penonton film di bioskop. Mereka menikmati film yang sama dan larut dalam emosi yang sama. Tetapi, mereka tidak saling mengenal dan peduli. Mereka hanya berkumpul. Gereja bukan tempat berkumpul, melainkan tempat bersekutu.

Di dalam persekutuan, masing-masing orang saling mengenal, akrab, saling menolong, menguatkan, mengingatkan dan memperingatkan, menopang, dan mengangkat. Hal ini bisa terjadi karena mereka saling mengasihi dan menyadari bahwa mereka sudah menjadi ciptaan baru. Paulus berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17). Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah menjadi ciptaan baru, yang meninggalkan cara hidup yang lama seperti sikapnya yang dulunya tidak peduli kepada sesama, mencari keuntungan dan kepentingan pribadi, mudah tersinggung, pemarah, egois, dan sebagainya. Semua itu tidak boleh dilakukan lagi karena hidupnya sudah diubah menjadi baru. Orang-orang yang sudah menjadi ciptaan baru itu dipanggil untuk menjalani hidup yang baru, menjalin persekutuan dan saling mengasihi, menguatkan, menolong, menegur, menopang dalam kasih Tuhan Yesus. Itulah gereja! Menyenangkan, bukan? Semua orang yang bernaung di gereja adalah saudara di dalam Tuhan Yesus. “Itulah sebabnya kamu perlu ke gereja untuk beribadah dan bersekutu dengan teman-temanmu,” pungkas sang ayah. Sang bocah setuju dengan perkataan ayahnya karena ia memang merasakan keakraban dengan teman-teman sebayanya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena anugerah-Mu membuatku menjadi ciptaan baru. Hidupku yang lama terkikis perlahan-lahan, melalui proses yang panjang namun pasti. Terima kasih, Tuhan, karena aku dapat terus belajar bagaimana menumbuhkembangkan pola hidup baru di dalam-Mu. Tolonglah agar aku terus membuang pola-pola hidup lama yang tidak berkenan di hati-Mu.
  2. Tuhan, perlengkapilah kami agar sebagai gereja kami dapat mewujudkan pola hidup seperti jemaat mula-mula di dalam Kisah Para Rasul—kehidupan jemaat yang benar-benar saling menguatkan satu dengan lainnya. Dengan demikian, gereja bersatu padu di dalam Kristus, dan semakin banyak jiwa yang diselamatkan. Tolonglah supaya gereja kami bertumbuh dan mendatangkan berkat bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *