Renungan

Yes Man!

— Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya —

Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi daripada orang yang menjilat.

(Amsal 28:23)

Ah, kalau orang itu sih tipe Yes Man, Pak,” demikian jawaban yang saya terima ketika menanyakan perilaku orang tertentu. Apakah Anda mengerti apa yang dimaksud dengan Yes Man? Yes Man, demikian juga dengan Yes Woman adalah istilah yang dikenakan pada mereka yang selalu patuh dan menurut pada perintah atasan. Biasanya Yes Man atau Yes Woman mengambil sikap selalu patuh karena mau menyenangkan atasannya sehingga ia tidak akan berisiko kehilangan pekerjaan. Tak jarang Yes Man/Yes Woman ini bahkan memberikan laporan yang palsu.

Apakah sebagai seorang atasan, Anda senang mempunyai anak buah Yes Man/Yes Woman? Apakah Anda senang ketika anak buah sekadar setuju dengan apa pun yang Anda rencanakan tanpa memberikan catatan kritis? Apalagi dengan Yes Man/Yes Woman yang menyajikan laporan palsu? Tentu saja tidak, bukan? Anda tentu lebih senang dengan anak buah yang menunjukkan sikap hormat. Sebagai bagian nyata dari sikap hormat itu, anak buah Anda tidak akan segan-segan menunjukkan analisis kritisnya untuk rencana dan pemikiran Anda. Hasilnya, rencana Anda akan menjadi lebih matang sehingga terhindar dari masalah di sana sini.

“Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi daripada orang yang menjilat” (Amsal 28:23).

Ingatlah Amsal ini saat berelasi dengan atasan Anda. Ingatlah Amsal ini juga dalam berelasi dengan siapa saja. Kepedulian yang sejati tidak akan menghasilkan sikap Yes Man/Yes Woman. Adakalanya kepedulian sejati melahirkan keberanian untuk berkata “tidak”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *